PSI Ngomong HAM, Kurang Bercermin!

PSI Ngomong HAM, Kurang Bercermin!
Foto : Istimewa
2 minute read

“Isu HAM sudah tidak relevan karena milenial enggak tahu apa itu HAM. Mereka tahunya HAM-Burger.”


PinterPolitik.com

Dahnil Anzar Simanjuntak menerima pinangan Prabowo-Sandi menjadi Koordinator Tim Juru Bicara di Pilpres 2019. Nah gara-gara itu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni mengaku heran dengan keputusan Dahnil.

Juli yang juga Sekjen PSI sempat menanyakan sikap Dahnil sebagai aktivis yang mendukung ‘sosok’ yang memiliki catatan kelam di masa lalu. Juli  bilang, waktu yang akan membuktikan, apakah pilihan Dahnil benar atau salah. Bergabung dengan orang yang memiliki latar belakang sejarah HAM yang kelam, bagi aktivis seperti Dahnil hal ini akan menjadi pertanyaan awal bagi kalangan sesama aktivis. Weleh-weleh.

Tahan cekikik kalian gengs! PSI memang selalu jenaka dalam melakukan manuver politik. Bagai pilot helikopter evakuasi yang sedang bermimpi melesat seperti pilot tempur Hawk 200. Wkwkwk.

Juli juga menyebut sosok Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu sebenarnya adalah politisi, bukan akademisi, atau aktivis! Juli kan seniornya Dahnil dan pernah menjabat di posisi yang sama. Ia memberikan ucapan selamat kepada Dahnil:

“Selamat bergabung di politik riil ya Dahnil!” Wkwkwk. Click To Tweet

Gimana sih senior sama junior kok bisa-bisanya pecah kongsi! Seharusnya kan kompak ya, enggak harus jalan sendiri-sendiri gini. Apa jangan-jangan Juli kalah start nih sama Prabowo and the gengs, ngajak Dhanil gabung ke PSI atau dukung Jokowi. Ckckck, makanya Bang Juli kalau sudah ada jabatan di PSI jangan lupa sama temen-temen atau juniornya yang punya potensi. Sekarang jadi bingung sendiri kan. Wkwkwk.

Btw, masalah dukung mendukung kelompok yang terindikasi melakukan pelanggaran HAM di masa lalu enggak hanya terjadi di kubu Prabowo saja gengs. Bukannya di kubu Jokowi juga ada yang terindikasi melanggar HAM tuh? Masa sih abang enggak tahu? Bang Juli sudah tau atau pura-pura enggak tahu nih ? Upssss.

Bisa ae nih bang, mempertanyakan juniornya mengapa dukung Prabowo, situ sendiri kenapa jadi pura-pura enggak tahu? Padahal kan Jokowi juga sudah gagal tuntaskan HAM di periode kekuasaannya. Ckckck. Padahal isu HAM itu salah satu yang dijual Jokowi loh di 2014, tapi kok nggak terpenuhi ya sekarang.

Gimana nih menurut kalian terkait dialektika senior dan junior ini? Layak dicontoh atau enggak? Menurut saya sih layak dicontoh cuy, tapi untuk gambaran sebagai contoh yang buruk wkwkwk. Uppss bercanda ya. Hehehe. (G35)