PSI Mau Jadi Artis Endorse?

PSI Mau Jadi Artis Endorse?
Foto : Istimewa
2 minute read

“Di radio aku dengar lagu kesayangmu, kutelepon di rumahmu, sedang apa sayangku? Kuharap engkau mendengar dan katakan rindu”. ~ Gombloh, ‘Di Radio’


Pinterpolitik.com

Bisa dimaklumi lah, jika pendatang baru sudah terkena teguran dari Pak RT, apa lagi pendatang barunya didominasi anak muda. Namanya darah muda, aneh kalau tidak gerasak-gerusuk cuy.

Sidang perdana uji materi UU 7/2017 tentang Pemilu yang diajukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah dilalui. PSI menggugat pasal UU Pemilu yang berisi tentang citra diri dan larangan beriklan. Wih anak muda, progresif sekali.

Kabarnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah dirugikan dengan keberadaan pasal 1 ayat 35 yang yang berisi tentang definisi kampanye.

Frasa “dan/atau citra diri” dalam pasal tersebut telah merugikan PSI yang ditandai dengan laporan Bawaslu RI ke Bareskrim Polri terhadap Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Wasekjen DPP PSI Satia Chandra Wiguna.


PSI merasa hak konstitusional mereka telah terbelenggu untuk menyampaikan pendidikan politik, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai medium periklanan, menyampaikan gagasan politik, mengenalkan visi, misi, dan program.

Waduh memang ada program apa sih sampai segitunya? Apa yakin seluruh kelas pemuda sudah kalian rangkul? Sampai ngotot begitu.

Jangan sampai persoalan ini juga sama saja seperti partai tua. Hanya taktiknya saja yang dirubah. Uppss eyke jadi sok tau yah hehehe.

PSI juga merasa haknya seperti dipasung karena sudah dipaksa untuk tidak beriklan, dan hanya diberi kesempatan beriklan dengan alokasi waktu yang sama dengan berbagai partai yang sudah puluhan tahun ada di Indonesia.

Hmmm…. Terus berjuang ya gengs, ini masih gak ada apa-apanya loh. Coba kita piknik yuk ke daerah-daerah pelosok yang ramai dengan kaum muda. Mayoritas dari mereka kabarnya masih bingung tuh cara bertani, dan linglung cara mengunakan media sosial dengan bijak.

Mungkin itu lebih elok untuk diperjuangkan sekelas partai baru ini, hehehe. Dari pada sibuk ngurusin iklan untuk kampanye di tahun 2019, mending kita sama-sama komitmen menjaring pemuda progresif, dan menyeleksi potensi serta peran pemuda untuk pembangunan daerah.

Mau banyak beriklan supaya terlihat cantik di depan rakyat Indonesia? Basi gengs. Masih mau bicara banyak untuk menghipnotis rakyat Indonesia? Lawas cuy. Ayo gerak aksi nyata, banyak yang nunggu tuh menyambut kalian dengat riang hati.

Jangan sibuk ikut skema partai politik tua aja gengs, hehehe. Buka deh buku Bung Karno yang berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi”, mungkin bab ini cocok untuk kalian :” Azaz, Azaz Perjuangan dan Taktik.” (G35)

Facebook Comments