Prabowo Terpeleset Lidah, Jokowi Juga!

Prabowo Terpeleset Lidah, Jokowi Juga!
Foto : Istimewa
2 minute read

“Korek api tugasnya membakar, politisi tugasnya? Ea ea ea penyebab kebakaran.”


PinterPolitik.com

Sebenarnya, pembahasan kali ini sudah cukup basi sih gengs! Walaupun demikian, topik ini selalu menjadi bahan guyon nih di media sosial! Wkwkwk.

Kepo ya eyke mau bahas apa? Ea ea ea, tapi nanti kalau sudah tahu jangan baper ya!

Jadi gini gengs, pada debat perdana Pilpres yang lalu, Prabowo Subianto mengatakan tak jadi masalah jika seseorang yang sudah diproses hukum mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif. Terus Prabowo juga bilang, jika seseorang itu mempunyai kelebihan dan dihendaki oleh rakyat, kenapa tidak! Kasusnya itu termasuk kasus HAM nggak sih pak? Uppss wkwkwk.

Bodo amat, serah Prabowo aja dah, orang kaya dan punya sejarah mah bebas! Mau bilang apa juga iyain aja dulu!


Prabowo bilang gini dalam penegasannya gengs:

“Kalau kasus korupsi itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa, mungkin dia….”

Mungkin dia apa pak? Mungkin dia pura-pura lupa pernah korupsi? Wkwkwk.

Tapi yang lebih aneh lagi itu Jokowi sih gengs. Kok bisa? Iya bisa lah, nih baca dulu deh ungkapannya Mardani Ali Sera di akun Twitter-nya:

“Sejak awal, kami di Komisi II, sepakat dengan KPU untuk melarang mantan napi koruptor nyaleg. Tapi, sikap pemerintah justru berbeda. Tapi, napikor digunakan untuk pertanyaan menyerang. Lupa dulu siapa yang ingin”.

Ciat ciat ciat! Ketangkap basah nih gengs.

Bener kan Jokowi yang lebih aneh, kok bisa-bisanya coba nanya kenapa prabowo tanda tangani kadernya yang pernah korupsi jadi caleg padahal…. Ahahahay.

Eh tapi biar adil, kalau menurut eyke sih yang aneh dua-duanya. Super duper aneh. Nih saking anehnya ada yang sampai mempertanyakan kata-kata Prabowo yang soal korupsi nggak seberapa.

Terus juga kader PSI Tsamara Amany juga ikutan komentar dan mempertanyakan kata-kata Prabowo tersebut. Menurutnya korupsi seberapa pun jumlahnya tetaplah kejahatan luar biasa. Ia meminta masyarakat untuk tidak memilih capres yang tidak punya komitmen anti korupsi.

Baca juga :
Mahfud MD, Golden Ways KPK

Hmm, intinya sih dua-duanya sama aja kali ya. Prabowo seolah “membenarkan” korupsi, sementara Jokowi malah lupa sama kata-katanya sendiri. Terus kalian mau pilih siapa nih gengs kalau capresnya pada nggak jelas kayak gini? Wkwkwk. (G35)

Facebook Comments