Lagi, Prabowo Salah Ngomong?

prabowo subianto trup
Prabowo Subianto bersama Amien Rais dan Sandiaga Uno. (Foto: Tagar News)
2 minute read

“Kendarai sepi, rajai mimpi. Selamat tidur raja dan ratu malam, pemikir besar dan pengubah dunia. Simpan api mu untuk esok yang lebih besar.” ~Jerinx


PinterPolitik.com

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak henti-henti mengeluarkan pernyataan fenomenal. Kali ini, Ketum Partai Gerindra ini dianggap meniru slogan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Nah loh, katanya nasionalis? Katanya anti asing? Dududududu~

Eh, tapi yang jadi pembahasan kali ini bukan pertanyaan apakah Prabowo beneran anti asing atau nggak gaes. Tapi soal pernyataannya yang dianggap salah, dan menjadi bahan ledekan Sekjen NasDem Johnny G. Plate.

Awal mula ceritanya begini. Dalam acara Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Prabowo diundang untuk menjadi pembicara. Ya, biasalah doi itu kan ceplas-ceplos. Nggak mau main pencitraan katanya. Harus otentik.


Kala itu, Prabowo bicara slogan khas Trump yang menurutnya bisa diadopsi bangsa Indonesia. Waktu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang, tidak ada free trade (perdagangan bebas). Kenapa mereka bilang America First, Make America Great Again? Karena lebih mengutamakan pekerjaan bagi rakyat AS.

Prabowo bilang Indonesia First, Make Indonesia Great Again. Emang kapan Indonesia jadi negara maju? Hehehe. Click To Tweet

Terus Prabowo bertanya, kenapa Indonesia nggak bisa bilang gitu? Indonesia First, Make Indonesia Great Again’. Kenapa pemimpin Indonesia nggak ada yang berani mengatakan yang penting adalah pekerjaan bagi rakyat Indonesia?

Mendengar pernyataan tersebut, Pak Johnny bingung, kok Prabowo bilang ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’? Emang kapan Indonesia jadi negara yang great? Masa udah niru Donald Trump, salah pula.

Johnny ternyata mempermasalahkan penggunaan kata again (lagi) pada frasa ‘Make Indonesia Great Again’. Sebab, menurutnya Indonesia sejak merdeka belum pernah berada di posisi great.

Mungkin pada zaman Sriwijaya dan Majapahit kita memang pernah great, tapi itu belum ada Indonesia. Mungkin lebih tepatnya begini, ‘Indonesia First, Make Indonesia Great’, nggak pakai again.

Menurut Johnny, Jokowilah yang sedang melakukan hal tersebut, yakni menjadikan Indonesia great. Ia pun merinci apa yang telah dikerjakan Jokowi dalam periode pertamanya memimpin Indonesia. Kalau mau lebih great lagi, ya pilih Jokowi 2 periode. Ehhh, tahan, kok si Om malah kampanye?

Hmm, tapi masalah defisit negara yang makin naik gimana tuh Om? Nilai tukar rupiah yang terus-terusan anjlok bisa bikin Indonesia jadi lebih great lagi nggak? Hehehe. (E36)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]