Prabowo-Sandiaga vs Stuntman

visi misi capres 2019
Habiburokhman. (Foto: Detik)
2 minute read

“Pemimpin besar hampir selalu penyederhana besar, yang dapat memotong argumen, debat, dan ragu untuk menawarkan semua orang bisa mengerti solusi.” ~Colid Powell


PinterPolitik.com

KPU punya gagasan soal acara penyampaian visi-misi delapan hari sebelum debat perdana, yakni pada 9 Januari 2019. Namun, format pemaparannya KPU serahkan kepada paslon untuk bersepakat. Yassalam, kenapa keputusannya mesti meminta tanggapan kedua kubu sih? Bisa nggak kelar-kelar urusan, kebanyakan debat. Wkwkwkwk.

Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa kalau setiap paslon sangat perlu menyampaikan visi-misi secara langsung. Nggak perlu pake stuntman. Hmmm, ini sebenarnya lagi mau Pilpres atau shooting film action sih? Kok bawa-bawa stuntman segala? Ckckckck

Jubir divisi hukum tim Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, menyatakan idealnya pasangan calon memaparkan langsung visi dan misi itu. Karena, yang paling tahu soal visi dan misi kan paslon sendiri. Lagi pula paslon juga yang akan melaksanakannya.

Menurut Habiburokhman, sebelum debat pertama, rakyat harus udah tahu banyak informasi soal calon pemimpinnya. Misalnya informasi soal rencana pengelolaan negara lima tahun ke depannya mau kayak apa. Dan itu harus dari pasangan calonnya sendiri.


Hmm, tapi moon maap, kalau soal rencana tata kelola negara gitu bukannya bisa dijelaskan ketika debat ya? Kalau sudah dipaparkan duluan sebelum debat, terus nanti pas debat mau ngomongin apa? Maaf, hanya mengingatkan.

Terus mau dibawa ke mana acara penyampain visi misi capres-cawapres 2019? Click To Tweet

Bagaimana pun menurut BPN penyampaian visi misi sebelum debat Pilpres harus dilakukan langsung oleh paslon. Kesibukan harusnya tidak bisa dijadikan alasan, karena penyampaian visi-misi adalah hal penting kenegaraan. Kalau Prabowo dan Sandiaga insyaallah katanya siap, kalau Pakde Jokowi dan Kiai Ma’ruf gimana?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, mikirnya beda lagi gaes. Menurutnya penyampaian visi-misi oleh paslon tuh nggak perlu. Cukup disampaikan oleh timses saja. Nanti tim kampanye yang akan memberikan penjelasan aspek teknik. Kenapa?

Sepemikiran politisi PKB ini, pemaparan visi-misi oleh pasangan calon dikhawatirkan akan menghilangkan momentum debat Pilpres yang diharapkan masyarakat. Nanti debat Pilpres jadi nggak greget lagi.

Hmmm, kok saya kesel ya dengar alasannya? Jadi alasannya cuma karena biar dapet momentum kesakralan debat kandidat toh? Bukan soal masyarakat butuh atau tidak butuh? Zzzz

Jadi gimana nih Pak KPU? Kedua kubu nggak klop. Mau sampai kapan nunggu mereka sepakat? Sampai Gunung Krakatau punya cucu? Etdahhh… kalau memang penyampaian visi misi itu penting, mending KPU putuskan langsung deh aturannya harus seperti apa. Biar nggak bertele-tele… (E36)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]