Prabowo-Sandiaga, Gimik atau Fakta?

Prabowo dan Sandiaga Uno
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Foto: SuratKabar.id)
2 minute read

“Semua yang kita dengar adalah opini, bukan fakta. Semua yang kita lihat adalah perspektid, bukan kebenaran.” ~Marcus Aurelius


PinterPolitik.com

Politikus PKS Suhud Alynudin mengaku, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selaku capres menawarkan posisi cawapres pada Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019.

Sejumlah alasan dikemukakan mengapa Sandi dipilih. Mulai dari pengetahuan ekonomi, modal logistik, hingga usia. PKS sendiri masih menimang nama Sandi. Tapi sih tetap, rekomendasi dari ijtima ulama masih menjadi sandaran PKS.

Weleh-weleh, rekomendasi calon yang hasil ijtima ulama aja masih jadi polemik, belum lagi tawaran dari partai koalisi yang juga punya ego buat mengusung kadernya, ya kali Gerindra malah mau ngajuin kedua kadernya jadi capres-cawapres. Mau nggak punya temen? Eh tapi kalau Demokrat setuju mah woles. Wkwkwkwk.

Ketika dimintai keterangan, Sandi hanya senyum-senyum sendiri. Dia mengatakan kalau sudah tidak punya kapasitas membuat statemen politik karena sudah mundur sebagai ketua tim pemenangan Prabowo.

Liat reaksi Sandi yang menggemaskan gitu, eike jadi inget sosok lain yang kalau ditanya cuma tersipu. Yup, Anies Baswedan, kebayang kan wajah doi waktu ditanya soal jadi cawapres, sama juga, suka senyum-senyum nggak jelas. Ckckckck.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan kalau nama Sandiaga baru sekadar wacana saja. Munculnya nama Sandi bukan dari internal Partai, tetapi merupakan keinginan sebagian kelompok di luar partai.

Lah, kalau baru wacana ngapa udah dikoar-koar ke media? Biar apa coba? Duh..duh… lama-lama politisi kita jadi kayak selebriti aja, suka bikin gimik renyah. Udah deh, mendingan fokus, nggak usah membuat pernyataan berbau gimik yang bikin geregetan. Huft!

Dari awal wacana tersebut sudah mencurigakan sih. Lagipula, kalau mau jadi cawapres Prabowo kan harus mendapatkan persetujuan dari empat partai politik pendukung Prabowo. Lah, mereka aja ngancem minta bubar kalau calon yang mereka inginkan tidak dipilih Prabowo.

Kalau dipikir-pikir kasihan juga ya Pak Prabowo ini, sampai sekarang masih disibukkan dengan bisikan-bisikan gaib soal cawapres yang makin lama makin memanas. Beda banget sama kubu petahana yang dikerubutin kayak semut. Bahkan ada yang menyebutkan kalau bakal ada tambahan beberapa partai yang akan bergabung. Hihihi, pokoknya semangat terus ya buat Pak Prabowo. Ini kan kesempatan terakhir Bapak buat jadi presiden. Hehehe. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here