Prabowo ‘Hadang’ Kereta Cepat?

kereta cepat bandung jakarta
Prabowo Subianto. (Foto: SINDOnews)
3 minute read

“Jalan menuju sukses adalah selalu sedang dalam pembangunan.” ~Steve Maraboli


PinterPolitik.com

Kerja, kerja, kerja! Bangun ini, bangun itu! Begitulah gaya kebijakan Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pembangun secara masif dilakukan. Sampe-sampe ada rakyat yang nyeletuk, emang kita makan pakai infrastruktur?

Waduh, nggak gitu juga cara menanggapinya ya Sahabat. Maksud pemerintahan Jokowi-JK membangun banyak infrastruktur itu kan juga baik, demi mempercepat laju perekenomian kita. Kalau perekonomiannya maju kan rakyat juga yang happy. Kalau happy kan bisa milih lagi di pilpres tahun depan. Ehhh…

Namun, kebijakan pembangunan Jokowi tidak sepenuhnya bisa dipandang positif. Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pembangunan tersebut perlu dikritisi dan dikaji. Jeng, jeng, jeng, kepada para kontraktor harap bersabar, jangan kadung panik. Wkwkwk.

Empat tahun Presiden Jokowi memimpin, Prabowo hendak mengkaji lagi beberapa proyek infrastruktur di Indonesia yang telah ditandatangi dalam perjanjian Belt Belt and Road Intitiative bersama Tiongkok. Lumayan kan bisa buat bahan kampanye. Ehhh

Ya, setiap kebijakan tentu ada plus-minusnya. Nah, Prabowo ingin menemukan kekurangan-kurangan tersebut agar bisa menjadi koreksi bagi masyarakat.

Bhaik… bhaik… Tapi mengkajinya pake data kan Pak? Datanya valid kan? Hehehe.

Akankah nasib pembangunan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta harus berujung tragis jika Prabowo Subianto terpilih? Click To Tweet

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa beberapa proyek saat ini dinilai baik, namun ada juga beberapa di antaranya dinilai tidak perlu dilanjutkan. Salah satu proyek tersebut adalah pembangun kereta cepat Bandung-Jakarta.

Wah, padahal proyek itu salah satu proyek yang disambut sangat baik oleh pemerintahan Jokowi. Tapi emangnya kenapa sih Prabowo berpikir untuk menghentikan proyek tersebut kalau terpilih jadi presiden nanti? Karena anti Tiongkok? Kayaknya nggak deh. Wong Duta Besar untuk Indonesia Xiao Qian pernah disambut Prabowo di kediamannya di Hambalang.

Kalau kata Hashim, Prabowo itu bukan anti Tiongkok, apalagi Indonesia dan Tiongkok punya hubungan yang sangat baik. Prabowo hanya tidak ingin negara melakukan pemborosan dengan membuat proyek yang tidak terlalu dibutuhkan.

Kayak misalnya kereta cepat Jakarta-Bandung. Konon akan dikenakan tarif Rp 200 ribu sekali jalan. Itu dianggap sangat mahal. Prabowo memperkirakan rakyat akan lebih memilih bus kota sebagai moda transportasi yang lebih murah. Akibatnya kereta cepat jadi tidak laku.

Hmm, tapi kan kalau naik bus kota waktu tempuhnya bisa lebih dari 3 jam. Kalau naik kereta cuma 40 menit. Kalau orang yang lagi buru-buru tentu lebih memilih naik kereta cepat dong? Lagian kalau naik pesawat Jakarta-Bandung, suka delay juga. Malah kadang bisa lebih lama nunggu delay dibanding jarak tempuh pesawatnya. Suka sedih akutuh

Gara-gara ada wacana Prabowo akan menghentikan proyek kereta cepat ini jika terpilih jadi Presiden, kontraktor proyek kereta cepat terus mengebut pekerjaan konstruksi. Mungkin juga sambil berdoa agar Prabowo tak memenangkan pilpres 2019. Siapa tahu loh yaaa… Hihihi. (E36)