Prabowo Adil-Makmur, Jokowi Tersungkur!

Prabowo Adil-Makmur, Jokowi Tersungkur!
Foto : Istimewa
2 minute read

“Untuk membangun negara yang demokratis, maka suatu ekonomi yang merdeka harus dibangun.” ~ Bung Karno


PinterPolitik.com

Koalisi Prabowo-Sandi menamakan diri sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur di Pilpres 2019. Nama koalisi ini diumumkan usai rapat timses di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, literally Jakarta Selatan. Lalu apakah menurut kalian ini akan sukses menjawab pertanya-pertanyaan rakyat?

Hmmm, mungkin bisa jadi iya, bisa jadi juga enggak? Bila jawabannya “iya”, itu kan cuma dari kubu Prabowo aja yang bilang. Kalau dari kubunya Jokowi: “Ah sampah, wong apa yang dikonsepkan Kwik Kian Gie cuma jadi angin lalu kok di koalisi kita. Pasti bakal sama juga deh”. Click To Tweet

Nah, tapi kalau di mata rakyat, apa yang dicita-citakan Prabowo dan koalisi tentang Indonesia yang adil dan makmur belum kebukti nih. Mbok Prabowo belum pernah mimpin rakyat, terus Sandi juga mimpin DKI Jakarta cuman seumur jagung. Itu juga jagungnya udah dipaksa berubah jadi popcorn, 30 menit aja udah ludes kalau buat nemenin nonton film Palak. Wkwkwk. Enggak tahu deh rasannya gimana, mungkin bagi kalian yang mau coba, boleh tuh dipilih aja langsung di Pilpres 2019. Ahahaha.

Ok oce, balik ke topik ya cuy. Nama koalisi itu sendiri diumumkan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, bersama Sekjen PAN Eddy Soeparno dan Sekjen PKS Mustafa Kamal. Yang diumumkan saat itu adalah hal yang berkaitan dengan timses dan markas utama pemenangan. Sementara tentang nama ketua timses masih di awang-awang, kalau kata Anggun: “melambung jauh, terbang tinggi, bersama mimpi”. Wkwkwkwk.

Nah Muzani bilang, alasan memilihnama  Indonesia Adil Makmur didasari masalah kesulitan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Mengingat problem bangsa dan negara adalah keadilan, mulai dari keadilan ekonomi, keadilan hukum dan problem ketimpangan. Jadi ini yang menjadi cita-cita kami untuk rakyat Indonesia.

Yakin nih Indonesia Adil Makmur akan terwujud? Apa jangan-jangan sama aja nih kayak yang udah-udah, bilangnya makmur, tapi jadi ngawur. Bilangnya adil, tapi kok malah jadi ganjil! Weleh-weleh, tapi apa daya lah, kita mah cuma jadi taplak kusut dan hanya bisa melihat saja. Kalau pemimpinnya bagus ya alhamdulillah, kalau jeleknggak berani maki-maki juga. Nanti dibilang menghina simbol negara lah, makar lah, inkonstitusional lah. Wkwkwk.

Intinya mah, apa yang menjadi cita-cita Prabowo dan koalisi harus benar terjaga komitmennya sampai akhir kepengurusan. Eh sebentar, ini doanya kalau terpilih ya! Kalau gagal maning: “Semangat, tahun depan coba lagi ya!” Wkwkwkwk. (G35)