Poros Ketiga, Momok Prabowo

Poros Ketiga, Momok Prabowo
Istimewa
2 minute read

“Antara Jokowi dan Prabowo kalau ada paslon ketiga, yang akan lebih dirugikan adalah Prabowo, bukan Jokowi.” ~ Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari.


PinterPolitik.com

Prabowo Subianto merupakan nama yang digadang-gadang dapat menyaingi elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Saat ini telah lahir dua poros koalisi antara presiden petahana Jokowi dengan Prabowo, sebagai pihak kompetitor oposisinya. Yang menarik nih, ada indikasi lahirnya poros koalisi ketiga. Sepertinya sih, poros ini justru dapat mengancam eksistensi Prabowo. Penasaran kenapa bisa gitu? Yuk simak ulasan berikut!

Sederhananya, kalau hanya ada dua poros koalisi saja, maka otomatis hanya akan ada dua arah suara. Artinya bagi yang pro Pakde Jokowi, sudah pasti gak pilih Pak Prabowo. Sebaliknya, bagi yang gak percaya dengan hasil kerja pemerintah sekarang ini, udah otomatis akan pilih Pak Prabowo. Ya pilihannya semacam berdasarkan like and dislike gitu deh.

Kalau pilihannya cuma dua, akan lebih mudah bagi Pak Prabowo untuk mengkondisikan cara pandang pemilih berdasarkan tingkat kepercayaan prestasi Jokowi. Sedikit aja diplintir isu tentang gagalnya pemerintahan sekarang dalam membangun negeri dan menyejahterakan masyarakat, maka pasti pemilih Prabowo dengan cepat akan mengamini informasi tersebut. Rumusnya sederhana kok, klik artikel, like, and share, menyebar luas deh informasinya hahaha.

Nah masalahnya nih, kalau ada tiga poros koalisi. Mmm, jadi gak semudah tadi loh simulasinya. Karena yang tidak memilih Pakde Jokowi belum tentu akan memilih Pak Prabowo. Pemilih tersebut akan punya pilihan pada opsi kandidat lain yang dapat mengakibatkan jumlah suara pemilih Pak Prabowo menjadi berkurang cukup signifikan nantinya. Ngeselin banget nih poros koalisi ketiga kalau sampai muncul.

Baca juga :
Mandalika Untuk Donald Trump?

Kalau dilihat secara sederhana, sebenarnya hanya ada dua pilihan opsi di Pilpres 2019. Pilih lanjutkan Jokowi atau tidak. Dan saat pilihan masyarakat kontra prestasi Jokowi ini terpecah dalam dua pilihan figur, ya makin kecil deh suara yang kontra Jokowi. Justru ini yang dikhawatirkan Pak Prabowo. Bisa-bisa dia gagal maning jadi Presiden. Mau ikut lagi Pilpres 2024? Ya udah ketuaan atuh. (K16)

Facebook Comments