PKS Setia, Gerindra Makan Teman?

pks gerindra
Muhammad Taufik dan Mardani Ali. (Foto: Breakingnews.co.id)
3 minute read

“Permasalahan kita bukan untuk mencari nilai-nilai yang lebih baik, tapi untuk setia kepada mereka yang kita anut.” ~John W. Gardner


PinterPolitik.com

Banyak orang yang lupa bertanya asal mula kehebatan dirinya setelah ia sudah terlanjur menikmatinya. Lupa akan asal mula datangnya kesuksesan. Lupa pada janji yang sempat terucap pada para pemberi semangat. Ya, namanya juga manusia, tempatnya khilaf.

Eh, tapi kata-kata di atas tuh lagi cocok banget sama keadaan hubungan PKS dan Gerindra saat ini. Kalian udah tahu masalahnya belum?

PKS dan Gerindra bisa dibilang sebagai sahabat kepompong yang telah berjuang di dunia politik Indonesia sekian lamanya. Susah, senang bersama. Sampai kalah di pilpres juga pernah. Tapi kerennya, mereka tetap menjadi sekutu hingga saat ini. Kalau kata Sekjen PKS Mustafa Kamal, PKS dan Gerindra itu bukan cuma sekutu, tapi segajah. Weleh-weleh, tapi masa sih?

Kalau beneran klop banget, kenapa PKS dan Gerindra kerap kali terlihat beda pilihan? Malah yang terlihat, PKS beberapa kali menjadi korban pengkhianatan dari Gerindra. Eh, bisa dibilang pengkhianatan nggak sih?

Ya, misalnya aja waktu pemilihan cawapres, pasangan Prabowo Subianto. PKS sudah ngarep banget kadernya bakal dipilih, eh, tahu-tahunya dilangkahi oleh Sandiaga Uno yang notabenenya adalah bagian dari Gerindra juga.

Persahabatan itu sejatinya merupakan ikatan untuk saling menyemangati di kala berjuang, saling membantu di kala susah, dan saling menyayangi selama-lamanya. Click To Tweet

Tapi entah kenapa ya, sempat baper-baperan, sampai PKS ngancem bakal pindah pilihan politik, PKS akhirnya tetap bisa legowo dan menerima kenyataan pahit tersebut. Konon, pembagian jatah kursi wagub DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga yang dijanjikan Prabowo yang berhasil menjinakkan PKS. Eh, tapi setelah sudah dipastikan menjadi capres di pilpres 2019, kok omongan Prabowo beda lagi?

PKS bisa-bisa terkhianati lagi nih gaes. Pasalnya, Prabowo akhirnya melimpahkan urusan wagub kepada Ketua DPP Gerindra M. Taufik, yang diketahui juga menginginkan jabatan itu. Hmm, yahud sekali bukan?

PKS tentu merasa amat kecewa dong? Namun, Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo mengatakan, bahwa pihaknya masih percaya Prabowo akan menepati janjinya.

Uluh-uluh, kok ya PKS so sweet banget. Meski sudah dikecewakan, namun tetap setia. Nggak kebayang deh, kalau pada akhirnya Gerindra juga yang mendapatkan kursi wagub DKI. Kayak apa itu gejolak di jantung hati para kader partai PKS? Wkwkwk.

Persahabatan itu sejatinya merupakan ikatan untuk saling menyemangati di kala berjuang, saling membantu di kala susah, dan saling menyayangi selama-lamanya. Tapi gimana nih dengan persahabatan macam PKS dan Gerindra? Kok kayaknya Gerindra mulu yang menang banyak? (E36)