PKS ‘Kultuskan’ Rizieq Shihab

PKS ‘Kultuskan’ Rizieq Shihab
Istimewa
2 minute read

“Habib Rizieq berpesan agar semua komponen bangsa jangan memberi ruang pada paham dan kepentingan yang bertententangan dengan konstitusi, Pancasila dan norma agama yang diakui di Indonesia.”- Fraksi PKS, Jazuli Juwaini.


PinterPolitik.com

Karisma seorang Rizieq Shihab memang gak bisa dipungkiri lagi. Gimana gak gitu? Meski dirinya berada di Arab Saudi, tetap aja banyak pihak berbondong-bondong datang bergantian sowan menghampirinya. Karena setelah sebelumnya Prabowo Subianto dan Amien Rais berkunjung, kini giliran Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini.

Kayak gak mau kalah gitu ya PKS ini. Tapi sebenernya aneh aja sih. Kenapa PKS sebelum ini gak ikut saat Prabowo dan Amien bertemu Rizieq? Katanya PKS bagian dari Sekretariat Bersama (Sekber) dengan Gerindra, lah kok malah pisah-pisah gini sih dateng sowan ke Rizieqnya? Kayak pacar lagi musuhan aja sih.

Kayaknya pertemuan ini gak kalah bergengsinya loh sama yang sebelumnya. Buktinya PKS mengirimkan para elitenya untuk menemui Rizieq. AdaKetua Majelis Syuro, Salim Segaf Al Jufri; Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini;dan Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Al Habsyi. Sebentar, kayaknya ada yang kurang deh.

Nah, Ketua Umum PKS-nya kok gak nongol ya batang idungnya? Apa bagi Sohibul Iman, seorang Rizieq itu gak level untuk ditemui? Beuh, begayaan banget deh. Ini mah namanya somse. Tapi mah tetep ya, PKS butuh sosok Rizieq untuk mendongkrak para pemilih muslim pada Pilpres 2019 mendatang. Sa ae lau.

Takut kehilangan suara pemilih ya karena PKS dianggap menjaga jarak dengan Rizieq? Yailah, bisa kincup juga ya ternyata PKS. Ya gak bisa disalahin juga sih. Toh sejak munculnya gerakan 212, sosok Rizieq semakin kuat di mata umat Islam. Kan lumayan kalau PKS bisa nambah suara dari FPI dan gerakan 212.

Baca juga :
Cendana, Kumbo, dan Ijtima Ulama

Jadi pertanyaannya, kalau emang takut kehilangan dukungan suara potensial FPI dan gerakan 212, kenapa gak lantas PKS dateng bareng aja sih saat itu bersama Gerindra? Aya aya wae ah. Eike jadi kepo nih, jangan-jangan kedatangan PKS ini dalam rangka menarik dukungan FPI dan gerakan 212 ke arah koalisi poros ketiga.

Mmm, apapun itu tetap aja sosok Rizieq dianggap sangat penting. Saking pentingnya banyak partai politik, termasuk PKS ikut mengkultuskan Rizieq demi memperoleh kemenangan dalam Pilpres mendatang.Tapi sayangnya pengkultusan semacam ini hanyalah sebatas nilai keagamaan saja tanpa adanya kekuatan politik di dalamnya. Seperti yang dikatakan Tom Wolfe: “A cult is a religion with no political power.” (K16)

Facebook Comments