PKS-Gerindra Rebutan Kursi

PKS Gerindra Rebutan Kursi
Gerindra-PKS rebutan kursi DKI 2. (Foto: TangerangPos.com)
2 minute read

“Jumlah kursi pasti menentukan, tapi koalisi tak bisa abaikan kekompakan.” Najwa Shihab


PinterPolitik.com

Kirain persoalan pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno sudah jelas, yakni digantikan oleh kader PKS atau orang profesional pilihan PKS. Prabowo pun sudah menyatakan persetujuannya untuk hal tersebut, tapi kenapa sekarang Gerindra terdengar seperti tidak ikhlas?

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segara mengidentifikasi diri apakah ingin dianggap sebagai kader Gerindra atau PKS. Ternyata selama ini Anies masih dianggap tokoh abu-abu yang belum terlihat warnanya. Dan itu akhirnya menjadi polemik.

Anies sendiri dari dulu kalau ditanya itu malu-malu. Lah, dulu waktu diangkat sebagai calon posisi Anies bagaimana? Bukannya dari non-partai ya? Masa sekarang disuruh masuk partai? Terus kalau doi tetap ingin independen bagaimana?

Ditanya soal warna, Anies masih saja senyum-senyum. Hm, ku jadi curiga. Kayaknya, pertanyaan Bapak belum jelas kali. Jangan-jangan Anies mikir Bapak nanya soal warna yang lain, warna kolor mungkin? Ya, malu dong jawabnya. Hehehe.

Menurut Iman, Gerindra merupakan partai yang paling tepat untuk mengajukan nama pengganti Sandi. Pasalnya Sandi adalah kader Gerindra, meski saat ini sudah keluar secara formal. Bahkan Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra Muhammad Taufik mengatakan sempat dipaksa PKS menandatangani surat kesepakatan nama pengganti Sandi. Weleh-weleh, kok omongannya beda sama yang lalu?

Iman menilai, kalau Anies sebenarnya lebih merepresentasikan PKS. Iman melihat kalau ternyata Anies adalah PKS, terus wagubnya PKS, itu nggak good governace. Iman juga menyampakain, surat kesepakatan antara Gerindra-PKS soal pengganti Sandi tidak sah, cacat hukum.

Hm, Bapak bisa bilang Anies representasi PKS  itu dilihat dari segi mana ya? Apakah Anies terlihat cukup akhi menurut Bapak? Atau ada hal lainnya? Kalau nggak bisa kasih tahu alasannya, nanti dibilang mengada-ada loh. Wong orang mau independen dijeblosin ke partai. Dimirip-miripin. Awas nanti ada yang ngambek. Kan sekarang PKS sudah mulai adem ayem setelah secara mengejutkan Prabowo memilih Sandi. Nanti kalo kursi DKI 2 diributin, terus ada wacana meninggalkan Gerindra piye? (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here