PKS Baper ‘Digantungin’ Prabowo

PKS Baper ‘Digantungin’ Prabowo
Istimewa
2 minute read

“Kita juga tidak bisa saling mendikte, PKS tidak bisa mendikte Gerindra, begitu juga sebaliknya. Sekali lagi kami komitmennya adalah untuk menghadirkan 2019 ganti presiden,” ~ Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.


PinterPolitik.com

Hubungan mesrah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memang bikin partai lain suka cemburu ngeliatnya. Gimana gak gitu, dua partai ini bak pasangan muda-mudi yang nempel kayak perangko. Eits, apa itu artinya cinta mereka terjalin dua arah? Jangan-jangan cuma PKS-nya aja yang kepedean deketin Gerindra. Gerindra sendiri mah biasa aja perasaannya. Mamam tuh cinta!

Buktinya tenggat waktu yang diberikan PKS pada Gerindra untuk segera mendeklarasikan Cawapres bagi Prabowo Subianto sebelum bulan Ramadan gak kunjung dilakukan. Malahan Gerindra pura-pura ‘amnesia’, kok permintaan partai yang setia menemaninya ini gak kunjung digubris. PKS di-PHP-in kali tuh!

Cinta PKS ke Gerindra ini serasa bertepuk sebelah tangan ya kayak judul lagu Dewa-19 “Pupus”. Wah, makjleb getir tuh rasanya di hati. Percaya deh, sebaik-baiknya orang kalau mencintai, pasti akan sakit hati juga seandainya cintanya ‘dikacangin’. Apalagi kalau ujung-ujungnya si doi malah melirik yang lain. KZL!

Sifat Gerindra yang gak kunjung tegas mendeklarasikan Cawapres Prabowo dari PKS ini makin bikin keki. Curiganya Gerindra sengaja ngelamain pendeklarasian ini hingga mendekati pendaftaran Capres pada awal Agustus nanti. Kalau udah gitu, PKS kan makin terpenjara gak bisa gerak membelot ke lain hati. Wadezig.

Jangan salah, pasangan kalau udah sakit hati kelamaan ‘dikacangin’ itu bisa balas dendam dengan dingin loh. Emangnya yakin Prabowo akan jadi Capres jika didukung PKS? Gak juga loh! Kerna lama digantungin gini, bisa aja PKS nanti meminang Gatot Nurmantyo sebagai kandidat Capres pengganti Prabowo.

Baca juga :  Gaya PAN Jual Mahal

Terus Cawapresnya tetep dari PKS deh. Nah bisa menang banyak tuh PKS. Sa ae lau, hahaha. Saat itu tiba, Prabowo cuma bisa gigit jari karena hanya bisa menjadi ‘King Maker’ dan bertanya: “Eta terangkanlah!” PKS pun menjawab: “Lo gue end!” Hahaha. Makannya Prabowo tuh jangan suka Maju Mundur Cantik! Karena seseorang yang terlalu keras kepala dan tidak bijaksana akan berakhir menyedihkan. Ya seperti halnya yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778): “He who is not just is severe, he who is not wise is sad.” (K16)

Share On

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here