PKS Alergi Ujian?

drama wagub dki
Sohibul Iman. (Foto: Tumblr)
2 minute read

“Anda bisa menunda, tapi waktu tidak.” ~Benjamin Franklin


PinterPolitik.com

Pembahasan uji kelayakan dan uji kepatutan (fit and proper test) antara PKS dan Gerindra kan diundur lagi ya gaes. Yang harusnya digelar hari Selasa kemarin, jadi entah au ah gelap kapan tes tersebut akan digelar. Karena pembahasannya aja diundur, berarti ya mundur semua-semuanya.

Kemarin sih bilangnya pengunduran jadwal dikarenakan bentrok dengan agenda bimtek anggota DPRD DKI Jakarta di Semarang. Secara, sejumlah pengurus DPD Gerindra dan DPW PKS itu anggota dewan.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik mengatakan kalau PKS itu seperti mencari-cari alasan untuk menunda uji kelayakan dan kepatutan tersebut. Menurutnya, PKS sedang menumpuk kekhawatiran terkait tes tersebut.

Eittt, khawatir kenapa coba? Nggak lolos? Wong mereka kelihatannya udah percaya diri gitu. Ehh, tapi nggak tahu juga sih kalau di dalamnya gimana. Hihihihi.

Btw, Pak Taufik bilang PKS mencari-cari alasan, emang Bapak nggak ikutan bimtek juga? Kalau wakil DPRD nggak perlu ya? Hehehe.

Ya, lagian juga kenapa PKS harus khawatir? Katanya PKS punya banyak kader berkualitas. Dan dua calon yang dipilih harusnya sudah dijamin top markotop dong?

Emang apa salahnya menjomblo? Pak Anies Baswedan aja kuat, masa kamu nggak? Click To Tweet

Aku sih setuju dengan Pak Taufik, untuk memilih pemimpin Jakarta, wajar jika harus diadakan pengujian. Pemimpinnya harus dipastikan tahu masalah Jakarta, bagaimana sistem yang bekerja di Pemprov, kebijakan-kebijakan Gubernur Anies Baswedan, dan lain-lain.

Secara politik Gerindra telah memberikan kesempatan ke PKS untuk mengajukan calon. Jadi wajar jika pihaknya ingin mengadakan ujian. Katanya dulu sudah sepakat ya?

Atas penundaan ini, Taufik pun belum bisa memastikan kapan nama Wagub baru itu dikenalkan ke masyarakat. Apalagi kata dia, sekarang sudah memasuki bulan Desember. Bisa jadi tahun depan.

Hmmm, jangan sampe tahun depan dong. Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syarif mengatakan agenda itu akan dijadwal ulang pada rentang 10 dan 12 Desember. Kalau sudah dibahas, bisalah langsung tes secepatnya. Asal nggak mendadak drama dan ngambek-ngambekan lagi.

Yowis, coba kita lihat, setelah diundur, apakah jadwal yang telah disebutkan pihak PKS akan terealisasi? Jeng, jeng, jeng… (E36)