PKL Tanah Abang Ogah ‘Mobile’

PKL Tanah Abang Ogah ‘Mobile’
Istimewa
2 minute read

“Saya ingin memperkenalkan pada pedagang, PKL Mobile. Kita akan coba tata selama bulan Ramadan. Karena jelang Ramadan malah Tanah Abang menjadi pusat kegiatan ekonomi kita,” ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

Menata Jakarta agar lebih baik lagi memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wakil Gubernur, Sandiaga Uno. Salah satu permasalahan khas yang terus mewarnai Jakarta adalah riuhnya Pedagang Kaki Lima (PKL). Dan menjelang Asian Games, PKL diharapkan dapat tertata rapi. Sebagai upaya awal menata para pedagang, Sandi akan mengajak PKL Tanah Abang untuk berjualan dengan sistem ‘mobile’.

Kata Bang Sandi, PKL mobile itu memungkinkan para pedagang agar berjualan dengan cara sistem berpindah tempat. Dengan sistem yang dinamis ini diharapkan akan terjadi sharing ekonomi dengan berbagi lapak. Sehingga akan tumbuh lapangan pekerjaan baru di Tanah Abang. Boleh juga nih idenya.

Niatnya Sandi sih nanti PKL Tanah Abang akan seperti karavan yang bisa bergeser dan tidak menetap disatu lokasi saja. Jadi di lokasi yang sama, kita bisa jadi akan bertemu dengan penjual pakaian muslim yang syar’i. Namun di minggu berikutnya akan berganti dengan penjual pakaian K-Pop yang serba mini.

Meski idenya terkesan bagus, tapi nyatanya para PKL Tanah Abang malah melakukan penolakan tuh terhadap ide Sandiaga ini. Waduh, gak bersambut gayung ternyata ya. Karena menurut pedagang, sistem itu justru akan mempersulit para PKL akibat kehilangan potensi pelanggan tetap saat berpindah lokasi.

Baca juga :  KPK Periksa Sandiaga Uno

Ini gak Gubernur, gak Wakilnya, kok idenya pada aneh ya untuk menata Tanah Abang. Dahulu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencoba menghilangkan kemacetan Tanah Abang dengan menutup salah satu ruas jalan yang ada dan menggantikannya sebagai area berjualan bagi para PKL.

Eh, sekarang Wakil Gubernurnya mencoba ide absurd untuk menata PKL Tanah Abang dengan sistem ‘mobile’. Emangnya ide ini sudah didiskusikan dengan pakar tata kota dan stakeholder yang ada? Kalau belum, ya jangan diputuskan sendiri atuh. Yang ada nanti Tanah Abang malah tambah berantakan. Wew. (K16)

 

Share On

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here