PKB Setia Pada PDI Perjuangan

PKB Setia Pada PDI Perjuangan
2 minute read

Paska pengembalian mandat oleh Azwar Anas, kemungkinan PDI Perjuangan menetapkan nama Ahmad Basarah sebagai penggantinya. PKB tetap setia dengan Partai Banteng di Jatim?


PinterPolitik.com

“Kuncinya kan tentu saja restu dan doa kiai Jawa Timur. Dan bisa bekerja sama dengan Gus Ipul kemudian berhubungan dengan Cak Imin. Dengan Cak Imin teman seperjuangan zaman mahasiswa.”

Waktu menitikan airmata sudah usai, kini Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sudah bisa tertawa lagi. Begitu juga dengan Mama Mega dan para Kyai di Jawa Timur. Sebab baik Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sudah memutuskan kalau mereka akan tetap bersama.

Bagi PDI Perjuangan tentu ini menenangkan, karena pasti akan sulit sekali bila ternyata PKB memutuskan balik badan ke Gerindra. Untungnya, PDI Perjuangan memiliki ‘persediaan’ kader yang tak kalah berpotensi dengan Azwar Anas di Jatim. Salah satunya adalah Ahmad Basarah dan Tri Risma Harini.

Berbeda dengan Risma yang menolak dicalonkan, Basarah yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR dan Wakil Sekjen PDI Perjuangan ini telah menyatakan kesediaannya menggantikan posisi Azwar Anas yang kosong. Selain itu, Basarah bagi warga Nahdlatul Ulama juga bukan ‘orang baru’. Selama ini, dirinya mengaku telah menjadi jembatan bagi PDI Perjuangan dalam memikat para warga NU dan Kyai NU di Jatim.

Pemilihan calon lain dari PDI Perjuangan ini, ternyata tak lepas dari restu yang diberikan Cak Imin dan keinginan Gus Ipul sendiri. Bagi keduanya, akan sulit bagi PKB untuk memulai ‘hubungan baru’ dengan calon wakil dari partai lain. Sebab tentunya, mereka kan sudah punya berbagai rencana dan visi yang dibangun selama ini.

Baca juga :
Fadli Zon Ditolak, Reputasi Meningkat

Di samping itu, dibandingkan Gerindra, posisi PDI Perjuangan di Jatim merupakan kedua terbesar. Walau suara PKB juga tak kalah kuat di Jatim, sehingga bila koalisi ini tetap dipertahankan, peluang keduanya di atas kertas sudah menguasai. Setidaknya lebih kuat dibanding Khofifah yang diusung Golkar dan Demokrat.

Dari sisi restu Kyai pun, PKB sepertinya harus tetap patuh untuk melaksanakan cita-cita mewujudkan nasionalis-agamis di Jatim. Dengan kekuataan yang ada, tentu akan sangat mudah bagi mereka untuk mengusir isu-isu politik agama dari pihak lawan. Apalagi kubu Khofifah pun lebih cenderung nasionalis ketimbang agamis. Jadi apakah isu agama tidak akan muncul di Jatim? Mari kita tunggu calon dari poros tiga partai. (R24)