Pilpres 2019 ala Premier League

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa
3 minute read

Hal itu melampaui semua keraguan bahwa semua pengetahuan kita berawal dari pengalaman.~ Immanuel Kant


PinterPolitik.com

Menurut Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mengadopsi berbagai strategi sepakbola dalam kampanye memenangkan pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin.

Mulai dari total football asal Belanda, hingga filosofi kick and rush alias strategi bermain cepat dan terburu-buru ala kompetisi sepakbola Inggris Premier League. Untung saja mereka enggak ambil strategi sepakbola ala tarkam. Bisa rusuh gengs. Wkwkwkwk.

Kebayang enggak gengs, kalau ternyata strategi sepak bolanya KIK gagal pas di tengah-tengah pertandingan. KIK kejebak offside atau kena handball di kotak pinaltinya sendiri? Wkwkwkwk.

Selesailah jikalau sampai KIK kena pelanggaran di tengah-tengah pertandingan. Eh, tapi gengs kayaknya KIK sudah kena kartu kuning deh di awal-awal pertandingan. Gagalnya Mahfud MD jadi cawapresnya Jokowi pertanda sebagai kartu kuning, apalagi di saat Mahfud mengeluarkan komentar pedas di media massa. Wkwkwkw, kartu merah nih dikit lagi gengs.

Tapi beda kalau menurut Arsul. Srategi dasar total football itu ada defense-nya, ada juga menyerangnya, ada operan panjang, ada operan pendek, ada juga kick and rush ala Premier League. Ia menjelaskan, pertemuan antarsekjen yang dilakukan di Posko Cemara tak lain untuk menyempurnakan strategi yang telah disiapkan. Weleh-weleh.

Menurutnya, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu, salah satunya adalah memastikan nama yang akan dijadikan juru kampanye nasional.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, yang terpenting dalam kampanye adalah memenangkan hati rakyat. Menurut dia, masing-masing kubu pasti memiliki strategi sendiri. Dan Joimin punya strategi khusus gengs.  

Hmmm, strateginya apa ya yang akan digunakan Hasto and the gengs? Strategi blunder? Atau hanya sekedar strateginya dandanin yang tua biar kayak milenial hedon? Upss, becanda pak. Wkwkwkwk.

Btw, aneh enggak sih gengs, PDIP kan sudah sekian kali mendapat kursi nomer satu di negeri ini. Kok strateginya masih strategi memenangkan hatinya rakyat ya? Memang di saat menjabat masih belum berhasil mencuri hatinya rakyat?

Makanya gengs kalau sudah dapat hati rakyat, jangan dikecewain. Jadi setiap lima tahun kayak gini jadi pusing sendiri kan tuh. Weleh-weleh.

Kabarnya gengs, KIK telah menyiapkan 112 nama untuk mengisi tim kampanye nasional, yang terdiri dari 11 direktorat dan tujuh juru bicara (jubir). Hasto menjelaskan, direktorat yang sudah tersusun terdiri dari bagian perencanaan, program, kampanye, pemilih muda, saksi, hukum, relawan, juga media.

Nah gengs di luar itu semua, apakah PDIP bersama dengan koloninya mampu kembali memenangkan Pilpres 2019 dengan mengunakan strategi ala Premier League? Atau mereka akan tersungkur karena yang menjuarai sepak bola dunia itu Prancis bukan Inggris? Wkwkwkwk. Yang penting wasit dan pengawas pertandingannya jangan disogok ya pak hehehe. (G35)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here