Petuah Rizieq dari Padang Pasir

Rizieq Syihab
Rizieq Syihab. (Foto kanalberita.net)
2 minute read

“Ikhlas itu begini: Kau rawat kepompong hingga menjadi kupu-kupu, meski tahu bahwa semua yang bersayap akan selalu terbang.” ~Anonim


PinterPolitik.com

Rizieq Syihab atau yang sering disapa Habib Rizieq kayaknya nggak mau ketinggalan dalam menentukan capres terbaik untuk maju di Pilpres 2019. Meski sedang berada jauh di negeri Arab, beliau menyempatkan diri memberikan seruan melalui audio langsung dalam acara Ijtima Ulama yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama).

Hmm, kenapa nggak langsung dateng ke sini aja sih Bib? Apa udah enak ya tinggal di Arab, nyampe ogah-ogahan gitu balik ke tanah air. Nggak tahu apa eike kangen denger ceramah Habib tentang Pancasila? Hehehe.

Eh iya, tapi Alhamdulillah, rindu eike akhirnya terbayar sudah. Soalnya Habib Rizieq kembali memberikan petuah-petuah penuh gelora jiwa. Petuah-petuah soal siapa yang harus didukung dan siapa yang harus dikafirkan. Ehhh, maksudnya siapa yang jangan didukung. Duh, duh bahaya banget mulut eike. Maap gaesss… Hihi.

Pasti kalian sudah tahu kan siapa calon pemimpin negeri yang dipilih Habib Rizieq kali ini? Pokoknya kalo menurut Habib mah harus yang Islami, dan tidak menzalimi dia. Eh, menzalimi ulama maksudnya. Ckckckck.

Dalam pidatonya yang penuh rasa optimisme, Rizieq mengajak para partai untuk bergabung dalam koalisi keumatan dan belajar dari Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Jadi gimana nih Bib? Partai-partai Islam seperti PKS, PAN, dan PBB, yang kemarin diundang harus mengusung Prabowo gitu? Hmm, nganu, emang Prabowo berasal dari partai Islam ya? Apa sekarang Gerindra sudah berubah menjadi partai yang berlandaskan Islam? Eike cuma nanya lho ya, soalnya PBB yang jelas-jelas Islami belum diajak berkoalisi nih sama yang Habib dukung. Hoho.

Baca juga :
Nunggu Pilpres, Sandi Kodein Gerindra

Habib Rizieq juga bertitah dari negeri padang pasir untuk belajar dari Pilkada DKI di mana tekad berkorban mampu mengalahkan calon petahana yang dibantu konglomerat.

Oh, jadi petahana yang dulu itu nggak didukung karena dibantu konglomerat?Eike ingetnya dulu Habib bilangnya jangan mau dipimpin pemimpin kafir dan penista agama, bukan begitu?

Waduhh, kalau tiap pemilu ngangkatnya isu SARA, bisa-bisa negeri kita yang asalnya sudah berbeda suku bangsa bisa terpecah belah dong ya. Habib jangan gitu-gitu amat dong ahh. Kasian rakyat yang harus gondok-gondokan sama saudaranya sendiri cuma karena beda pilihan. Ckckckck

Terakhir, si Habib juga berpesan nih gaes, agar pasangan capres-cawapres yang diusung tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Dia juga meminta kontrak politik antara keputusan parpol dan ulama.

Nah, para ulama kan sudah memutuskan nih akan pilih siapa. Kalo pilihanmu sama nggak dengan rekomendasi para ulama ini? (E36)

Facebook Comments