Perludem Intai Peluang di Tahun Politik

Perludem Intai Peluang di Tahun Politik
Foto : Istimewa
2 minute read

“Saya sedang menulis sejarah dunia dan orang-orang pasti tertawa.” ~ Susan Wise Bauer


PinterPolitik.com

Suara Direktur Eksekutif Lembaga Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menjadi seperti bayangan gema di dalam gedung yang tak bersekat. Bayangan suara yang terngiang dari lisannya bukanlah yang pertama kali terdengar, bahkan suaranya yang bermakna imbauan itu sudah lama menjadi keyakinan masyarakat luas.

Titi mengingatkan kepada kita semua mengenai suhu politik nasional yang akan semakin memanas selama masa kampanye Pemilu 2019. Namun, kata-kata itu seakan menjadi kalimat yang kadaluarsa, pasalnya seluruh masyarakat luas sudah tahu Pilpres tahun depan bukan hanya akan memanas, tetapi bisa membara layaknya seperti aliran lahar yang mematikan.

Titi juga mengatakan belakangan kampanye marak diisi dengan aksi saling lapor antara pendukung capres-cawapres terkait dugaan pelanggaran. Ini juga menjadi bahasa yang kuno! Analisa Titi mengenai upaya saling intai serta mencari celah kesalahan lawan politik, sehingga dapat menimbulkan situasi tidak kondusif, juga tak lebih menjadi analisa yang loyo!

Pasalnya negara kita penganut paham demokrasi. Memangnya negara demokrasi mana yang tidak melakukan intai mengintai? Negara demokrasi mana yang tidak menggunakan bahasa sebagai kekuatan utama? Bukankah menjadi hal yang biasa saat kandidat penyembah tahta saling menjatuhkan satu sama lainnya?

Jadi saya rasa apa yang disampaikan Titi, terkait narasi kampanye negatif yang dilontarkan kedua pasangan capres-cawapres, sudah tidak perlu rasanya untuk diutarakan, apalagi harus menjadi pembahasan.

Soalnya mau gimana lagi, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) saja mempunyai dinamika politik yang hampir serupa. AS aja kayak gitu, apalagi negara kita yang masih jauh dari kata sejahtera. Sedikit program yang berguna untuk masyarakat, hampir tak ada rancangan skema program masa depan yang luar biasa, mau berkampanye tanpa mengunakan strategi adu domba? Mimpi rasanya melihat Pilpres yang damai dan penuh dengan makna!

Apakah kalian mempunyai pemikiran yang sama dengan saya? Atau kalian memiliki pandangan lain yang bisa menjadi pencerahan untuk kita semua? Click To Tweet (G35)