Perang Tempe Sandiaga-Jokowi

perang tempe sandiaga jokowi
Sandiaga Uno. (Foto: Harian Pijar)
2 minute read

“Semua kebijakan dapat diukur dengan keadilan.” ~Aristoteles


PinterPolitik.com

Bisakah kita sebut calon wakil presiden Sandiaga Uno sebagai Bapak Pertempean Nasional? Karena doi ini perhatian sekali loh dengan tempe, dari harganya sampai ke bentuk dan ukurannya. Duh, duh, duh… pusing kepala Barbie

Ya, Sandiaga merupakan salah satu politikus yang gemar blusukan. Emang kayaknya blusukan adalah kegiatan wajib agar terhindar dari dugaan gabut (gaji buta) atau nggak pernah kerja. Wkwkwk.

Dulu kan Sandiaga pernah berkomentar soal ukuran-ukuran tempe. Dia menyayangkan gimana bisa ada tempe setipis kartu ATM? Bagaimana pemerintah ini?

Akhirnya, semua isu-isu seputar dunia pertempean yang diperdagangkan setiap kampanye, dijawab oleh sang petahana, Presiden Joko Widodo. Saat berkunjung ke Pasar Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Jokowi memborong banyak tempe. Nah, saat belanja itu ia juga menunjukkan ukuran tempenya yang tebal.

Waduhh, Bang Sandi gimana katanya tempe sekarang setipis mesin ATM. Itu yang dibeli Pak Presiden tebal-tebal. Jangan-jangan yang Bang Sandi beli itu tempe mendoan kali. Makanya tipis-tipis. Ckckckck.

Lomba kok ukur-ukuran tempe. Lomba tuh bikin strategi memajukan ekonomi negara. Yang gereget dikit gitu loh... Click To Tweet

Sandiaga yang mendengar Jokowi memborong tempe, akhirnya menantang Jokowi untuk lomba mencari bentuk tempe di seluruh pasar di Indonesia.

Edededeh, bukan main ya tantangannya. Ngapain juga keliling nusantara cuma buat nyari ukuran tempe? masalahnya Pakde kerjaannya nggak cuma kampanye, tapi juga ngurus negara. Kayak nggak ada perlombaan lebih berfaedah aja.

Jadi gaes, menurut Sandiaga, masing-masing calon perlu melakukan pencarian tempe seperti apa ke depan. Tempe itu kan makanan paling favorit di Indonesia. Dan lagi, menurut Sandi, dari lomba pencarian ukuran tempe itu, kandidat juga dapat melihat bagaimana reaksi masyarakat. Maksudnya cari tahu mana lebih heboh, waktu ketemu Bang Sandi atau Pakde Jokowi.

Oalah, jadi intinya mau lomba banyak-banyakan dapat reaksi masyarakat? Kalau maunya kayak gitu, coba ajak Youtuber bikin video reaksi. Ajak deh Atta Halilintar atau Young Lex. Jadi kan rame.

Eh tapi kan harusnya fokus ke persoalan perut masyarakat. Mungkin harusnya berlomba cari cara biar tempe ukurannya tetap besar dan tetap murah. Nah, kalau gitu baru deh lombanya berfaedah. (E36)