Perang ‘Kage’ di Pilgub Jatim

Perang ‘Kage’ di Pilgub Jatim
2 minute read

“Cak Imin (Muhaimin Iskandar) akan turun, Ibu Mega turun, Pak Prabowo turun. Seluruh kekuatan kita maksimumkan, karena Jatim ini adalah basis pertarungan bagi kami.” ~ Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding.


PinterPolitik.com

Pilkada Jawa Timur memang cukup menyedot perhatian publik. Gimana gak? Lha wong banyak Ketua Umum Partai pengusung yang langsung “turun gunung” mendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernurnya. Seperti dukungan yang diberikan untuk Paslon Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarnoputri. Tsadeest.

Tuh liat aja, tiga ketua umum partai seperti Megawati Soekarnoputri dari PDIP, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, dan Muhaimin Iskandar dari PKB, turun gunung langsung untuk mendukung Gus Ipul & Puti. Meski agak lebay sih keliatannya, tapi worthed lah ya buat dilakukan. Dari pada kalah dan menyesal belakangan karena gak dukung maksimal. Sakitnya tuh di sini.

Pasalnya, Paslon lain seperti Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak juga melakukan strategi yang sama. Ketum Partai pengusung mereka juga ikut terjun langsung ke lapangan bantu kampanye loh.

Seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Ketum Partai Demokrat), Airlangga (Ketum Golkar), Rommy (Ketum PPP), Surya Paloh (Ketum NasDem), dan Oesman Sapta Odang (Ketum Hanura).


Ibarat film animasi anak, anime Naruto, mereka para Ketum Partai ini udah kayak para Kage (Pemimpin) dari berbagai desa ninja. Dan dalam Pilkada 2018 nanti, para Kage ini ramai-ramai terjun ke lapangan unjuk gigi, saling beradu jurus.

Jurus siapa yang paling ampuh? Ya kita liat aja nanti ya. Yang pasti jurusnya itu harus bisa bikin klepek-klepek calon pemilihnya nanti. Emangnya jurus pelet Jaran Goyang ya, hahaha.

Anggap aja Ibu Megawati pendukung Paslon Gus Ipul dan Puti sebagai Tsunade (Hokage dari Desa Konoha). Dan SBY pendukung Khofifah dan Emil sebagai Raikage dari Kumogakure.

Baca juga :
PSI Belajar ‘Miskin’

Sudah pasti bakal seru Pilkada Jawa Timur. Masyarakat yang mengidolakan kedua orang ini pasti akan secara otomatis manut pada pilihan dukungan junjungannya itu. Kok serasa di-genjustu gitu ya, hahaha.

Dapet dukungan dari orang nomor satu di Partai, bukan lantas bisa lenggang kangkung begitu aja. Mesin partai juga tetap harus kerja keras se-efisien mungkin untuk meningkatkan perolehan suara. Ya jangan ngandalin para Kage aja, eh Ketum Partai maksudnya. Wadezig.

Masalahnya nih ya, seandainya udah didukung tapi masih kalah juga, mmm, malu abis itu pastinya. Mau dikemanain muka para Ketua Umum Partai pengusung? Bisa amsyong, buahahahaha. (K16)

Facebook Comments