Penjualan Tiket Final AFF di Makostrad Berakhir Ricuh

    2 minute read

    Penjualan 10.000 Tiket pertandingan final AFF di samping gedung Markas Kostrad, tepatnya gedung Garnisun 1 yang berada di depan stadiun Gambir, berlangsung ricuh karena banyaknya pembeli yang saling berdesakkan dan saling dorong.

    Pada awalnya situasi pembelian berlangsung lancar. Pintu gerbang Garnisun 1 yang dibuka kira-kira pukul 06.30 langsung dipenuhi pembeli. Pembeli berkumpul di lapangan gedung dan sisanya hanya bisa diam termangu di depan pagar gedung yang sudah ditutup sekitar pukul 07.15 WIB.

    Pembeli yang berjumlah sekitar 1.000 orang tersebut duduk membentuk huruf U dan terdiri dari semua kalangan, baik orang tua, remaja, ataupun anak-anak. Indikasi kericuhan dimulai sejak awal pembelian tiket. Banyaknya pembeli yang sailing serobot membuat para tentara berulang kali memerintahkan massa untuk duduk dengan tertib.

    “Duduk! Yang belakang duduk! Petugas sekap dia!” teriak salah satu tentara bernama Amar melalui pelantang, meminta rekannya untuk memastikan orang yang dimaksud kembali duduk dalam antrean dan kembali tertib.

    Kericuhan kedua mulai terjadi ketika gerombolan pembeli perempuan didahulukan. Banyak yang berusaha menyusup di antara gerombolan tersebut dan menyebabkan saling dorong hingga beberapa tercebur ke dalam got penuh lumpur di markas Garnisun 1.

    Tidak selesai sampai di situ, pembeli di barisan belakang juga kerap memanfaatkan sampah dan botol plastik bekas minum mereka untuk melempari pembeli yang ada di depannya. Kericuhan juga terjadi di luar markas Garnisun ketika ada seorang yang diduga sebagai calo menuduh salah seorang pembeli sebagai calo. “Ini yang tadi nunjuk gw kan bro?” tanyanya sambil memegangi tersangka calo.

    Baca juga :  Pilkada atau Pil-KB?

    Walaupun enam antrean loket tiket sudah penuh dan gerbang sudah ditutup, pembeli masih saja berdatangan sampai dengan berita ini diturunkan. Sementara Ade Wellington, sekretaris jenderal PSSI yang juga hadir, tidak berkomentar apa-apa mengenai kericuhan. “Aman, kan, gak ada calo?” ujarnya dalam nada yang retoris.

    Share On