Pengamat Ngigau  ISIS Ikut Pilpres

Pengamat Ngigau  ISIS Ikut Pilpres
Foto Istimewa
2 minute read

“Pemaknaan akan hidup! Seni tidak cukup dipahami dari sudut pandang keindahannya saja. Jadi, kalau politik adalah seni meminpin, maka kita akan diseret ke dimensi yang memuakkan!”


PinterPolitik.com

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengubah strategi dan taktik pasca kalah di Suriah dengan memanfaatkan potensi kekacauan di negara-negara lain yang memiliki pendukungnya. Salah satunya seperti Indonesia.

Menurut Direktur Masyarakat Anti Kekerasan Indonesia, Muhammad Baihaqi, ISIS mengalami kekalahan terus menerus, sehingga jalan teror yang dilakukan difokuskan ke negara-negara lain. Jalan teror yang paling mudah dilakukan adalah memanfaatkan pergantian kekuasaan melalui sistem Pemilu.

Sebelum lanjut gengs, eyke ada pertanyaan. Apa kalian yakin Indonesia akan dengan mudahnya ditunggangi gerakan ISIS? Apa kalian yakin demokrasi di negeri ini akan mudah runtuh? Terus apa kalian akan berdiam diri kalau negara ini jadi negara yang barbar? Hmmm.

Kalau menurut eyke sih mimpi kali yey ISIS di Indonesia! Kok bisa? Ya bisa lah, kalau sampai eyke bilang ISIS bisa gampang nyusup di Indonesia, nanti eyke dimarahin lagi sama om-om di Kopsusgap dan Densus 88!

Kalau sampai bilang Indonesia mudah dijebol dan disusupin ISIS, sama aja dong kita merendahkan tim elite anti teror punyanya Polri sama TNI. Betul apa betul gengs? Wkwkwk. Click To Tweet

Tapi menurut Baihaqi beda lagi nih gengs, katanya pada Pilpres 2019 yang hanya ada dua pasangan calon yang bertarung, masing-masing memiliki pendukung yang bergesekan kuat, sehingga sangat berpotensi akan terjadi konflik di antara keduanya. Dengan demikian, kemungkinan besar ISIS akan bermain di dalamnya. Masa sih bang?

Menurut doi gerakan yang berpotensi jadi kendaraannya ISIS adalah tagar #2019GantiPresiden. Pasalnya gerakan yang dipelopori kader PKS Mardani Ali Sera belum secara legal diakui oleh tim dari cawapres Prabowo, Dan membuat gerakannya menjadi sangat liar dan berpotensi dimanfaatkan.

Dimanfaatkan cari suara maksudnya bang? Ah, masa sih tetangga eyke yang fanatik sama gerakan tagar salah satu alatnya ISIS? Duh, serem juga ya! Wkwkwk.

Nah, di saat Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menyatakan ada aktivitas kontra intelijen tanggapi aksi #2019GantiPresiden, hal ini membuat keyakinan Baihaqi semakin menguat, kalau gerakan tagar itu adalah kendaraanya ISIS di Indonesia. Weleh-weleh.

Kalau menurut kalian gimana nih menanggapi keyakinan Baihaqi? Kalau eyke sih diiya-in aja dulu, mbok negara demokrasi kan. Kalau eyke bilang Baihaqi salah, nanti eyke dikira fanatik nya kampretos, atau malah eyke dikira antek-anteknya onta Timur Tengah lagi. Wkwkwk. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here