Pemerintah Terancam ‘Diusir’ Juragan Kontrakan

Presiden Jokowi saat mengumumkan secara resmi pemindahan Ibukota baru Indonesia. (Foto: Tribunnews)
2 minute read

“Dalam kegaduhan politisi tak sempat dan tak bisa berpikir, karena itu mereka terus menciptakan kegaduhan,” – Habel Rajavani


PinterPolitik.com

Pemindahan Ibukota baru ke Kalimantan Timur semakin meruncingkan diskursus di tengah masyarakat, terlebih anggaran fantastis yang belum mendapatkan kepastian sumber pendanaan.

Ehmm, perencanaan yang lemah tentu akan berdampak pada kegagalan, tak terelakkan lagi bila perencanaan pemindahan ibu kota pun lemah, akhirnya akan menghasilkan kegagalan. Colek Pakde Jokowi, ehm ehmmm.

Setiap waktu beragam polemik muncul ke permukaan, salah satunya APBN yang tak bisa menambal kebutuhan pemindahan ibu kota, alhasil pihak swasta akan menjadi sasaran tembak permohonan bantuan. Para pengusaha bantuin dong, ayolah, ehmm ehmmm.

Karena skemanya begitu, ternyata ehhh ternyata akan memunculkan risiko membahayakan. Waduh, gimana nih kalo berbahaya begini, berharap banyak ada kemajuan dari pemindahan ibu kota ehhh justru berpotensi dapet ‘hadiah’ keterpurukan bagi negara.


Hadeuhhh, makanya jangan asal-asalan kalo mau pindah ibu kota, masa pindah malah mau minjem dan menawarkan ke pihak swasta.

Kalo gitu ujung-ujungnya Indonesia gak punya Ibukota permanen dan jadinya Indonesia ngontrak Ibukota sama swasta, weleeeh weleeeeh, kayaknya adagium yang bilang kalo bangsa Indonesia akan jadi tamu di negerinya sendiri bakal terwujud, heleeehhhh. Masa ibu kota ngontrak, hellooooo…

Makanya kalo orang-orang zaman baheula itu pernah bilang, mending tinggal di rumah sendiri walaupun kondisinya kurang bagus, polusi lah, macet lah, inilah, itulah, daripada tinggal di rumah megah serba asep, uppsss, tapi ngontrak, gimana, betul apa bener nih? Weleeeh weleeeh.

Coba aja bayangin nih, kalau Ibukota kita ngontrak, gedung-gedungnya itu nyewa semuanya karena dibangun sama pihak swasta, negara punya beban lagi kan untuk bayar biaya sewa, kalo nunggak gimana?  Bisa-bisa diusir sama juragan kontrakannya kan, weleeeh weleeeh.

Gue aja nih kalo gak bayar kostan pasti Ibu kostnya bakal manyun dan nagih mulu kan, mana buruan bayar, buruuuuuaaann, hadeuuuhhh, apalagi kalo Ibu kostnya galak, lengkap sudah penderitaan wkwkwk, angkat tangan deh ngadepin Ibu kost yang super galak gitu.

Makanya terkadang bagi gue, Ibu kost itu lebih jahat dibandingkan ibu kota, lahhhh kalo dua Ibu, ibu kota dan Ibu Kost galak udah kolaborasi begini, mau gimana coba? Weleeeh weleeeh. (Z19)