Peluru Idola Gatot, Kemenangan Prabowo

Peluru Idola Gatot, Kemenangan Prabowo
Jenderal Gatot menyebut dirinya mengidolakan Prabowo (Foto: istimewa)
3 minute read

“Saya mulai belajar bertenak ayam bertelur”. – Gatot Nurmantyo


PinterPolitik.com

Kata galau memang hanya 5 huruf, namun berjuta-juta rasanya. Project Pop memang hanya bilang jatuh cinta lah yang berjuta rasanya. Ternyata itu juga sama dengan kegalauan yang oleh KBBI diartikan sebagai keadaan pikiran yang kacau atau tidak karuan.

Baru habis diputusin pacar, galau. Skripsi ditolak dosen pembimbing, galau. Diajak makan burger padahal lagi program diet, galau. Mau liburan tapi kehabisan tiket kereta, galau.

Tapi, kalau mau makan, terus di dompet cuma ada Pattimura, itu mah derita cuy. Hehehe. Emang tanggal segini tuh udah mulai memasuki tanggal-tanggal tua, walaupun masih di pertengahan bulan. Hadeh.

Nah, perasaan galau itu awalnya diungkapkan oleh mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Beberapa hari lalu, doi menyebut masih galau menyatakan dukungan untuk Pilpres 2019 ini.


Soalnya, Pak Jokowi adalah yang mengangkat dia jadi Panglima TNI, jadi nggak etis kalau berseberangan. Sementara, Pak Prabowo adalah idolanya waktu masih berpangkat rendah di militer. Waktu itu kan operasi militer yang dipimpin Prabowo semuanya berhasil. Nggak heran lah doi jadi idola.

Bisa jadi juga diajaknya jenderal Gatot ini adalah untuk mengimbangi pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang bilang bahwa pengacau Pemilu akan berhadapan dengan militer. Click To Tweet

Tapi, kelihatannya kegalauan jenderal Gatot kini udah berkurang banyak. Soalnya, kemaren doi datang di acara Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya.

Nggak cuma itu, doi juga sempat ikutan berpidato dan menyampaikan beberapa hal, yang kalau diperhatikan emang mengkritik pemerintahan Pak Jokowi.

Misalnya, jenderal Gatot ngritik soal anggaran pertahanan yang terlalu kecil. Terus juga soal pencopotan beberapa petinggi militer yang berprestasi.

Hmm, udah bisa dipastikan nih jenderal Gatot nggak galau lagi. Jadi pas hari pencoblosan nanti udah yakin mau “menikam” gambar yang mana. Eh, mencoblos maksudnya, menikam mah sadis cuy.

Apalagi, Prabowo juga udah bilang bahwa Gatot bakal jadi salah satu menteri kalau doi menang.

Hmm, tapi kalau yang ini mah kasihan sih sebenarnya. Iyalah, kasihan ayam-ayamnya jenderal Gatot, ditinggal tuannya yang aktif lagi dalam urusan bernegara. Kan jenderal Gatot pernah bilang bakal jadi peternak ayam saat pensiun. Hehehe.

Yang jelas, adanya jenderal Gatot di kubu Prabowo ini emang bakal bikin kubu Jokowi ketar-ketir. Soalnya, doi masih sangat kuat, apalagi kalau ngomongin soal pengaruh di lingkungan TNI saat ini.

Bisa jadi juga diajaknya jenderal Gatot ini adalah untuk mengimbangi pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto beberapa hari lalu yang bilang bahwa pengacau Pemilu akan berhadapan dengan militer.

Jenderal Gatot kan dari Angkatan Darat, matra terkuat di TNI. Sementara Hadi dari Angkatan Udara. Udah pasti lah ini adalah persaingan pengaruh, sekalipun Gatot udah pensiun.

Beh, bakal makin panas ini. Soalnya dua kubu udah memainkan stratagi imitation game alias “lu jual, gua beli”.

Terus, apakah ini berarti peluang Prabowo menang jadi makin besar?

Bisa jadi. Soalnya pendukungnya jenderal Gatot juga nggak sedikit loh. Doi juga jadi salah satu tokoh militer Indonesia yang “ditakuti” oleh negara luar. Amerika Serikat aja sempat ngelarang doi masuk ke negaranya. Pun Australia yang sepertinya nggak begitu suka sama Gatot.

Buat kita sebagai masyarakat, yang penting mah kondisinya tetap aman. Warteg tetap bisa buka, harga nasi rames masih terjangkau, dan tiket bioskop masih terbeli lah. Siapa pun presidennya, kalau rumah kita kena musibah, yang nolongin itu tetangga kita cuy. Bukan timses Jokowi dan Prabowo. (S13)