Pejabat Vs Kerabat

Pejabat Vs Kerabat
Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu, dua nama yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maju di Pilgub Jabar 2018. (Foto: Media Indonesia)
2 minute read

“Wakil rakyat kumpulan orang hebat, Bukan kumpulan teman-teman dekat Apalagi sanak famili”


PinterPolitik.com

Ada satu tempat hiburan yang cukup mengagumkan di Indonesia. Bukan hanya untuk wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Tempat ini memang sudah lama dimiliki Indonesia.

Hati-hati bukan lantai 7 Hotel yang ditutup Gubernur Anies kemaren ya. Hehehe. Tapi tempat hiburannya berlokasi di Jawa Barat. Loh kok di situ? Emang semenarik apa?

Yang jelas ini merupakan tempat hiburan paling masyhur di era ini sebagai tontonan dagelan politik yang terendus dari Tanah Pasundan.

Sebelumnya, tempat hiburan ini sempat nyanter aromanya di Banten. Tapi kini, Jawa Barat mulai ikut-ikutan.

Dagelannya dimulai dari istri, suami, anak, bapak, cucu, cicit, om, tante, sepupu, kakek, nenek, opa nya penguasa yang masuk ke dunia politik. Bak kerajaan di zaman dahulu. Weeeleeeeh weleeeeh.

Bukan mengedepankan kualitas, tapi yang dekat dan gampang merapat. Siapa? Keluarga sendiri lah. Istilahnya membangun dinasti politik. Gimana coba?

Om Iwan Fals udah nyindir lewat lagunya sedari dulu. Sekedar saran, dengerin deh.

“Wakil rakyat kumpulan orang hebat, Bukan kumpulan teman-teman dekat. Apalagi sanak famili.”

Lagian sih, Jawa Barat ‘latah’ mau aja ikut-ikutan kaya Banten. Kalau bicaranya kemajuan sih boleh aja ditiru atau diadopsi. Lah ini mah kan tentang dinasti, ya Jawa Barat ngga usah ikut-ikutan lah. Latah!

Masa Jawa Barat harus menantikan kena OTT KPK yang membongkar gurita korupsi dinastinya? Kena beneran, baru tahu rasa!

Memang sih kalau di Jawa Barat baru ada aroma – aromanya doang, tapi harus hati-hati kalau mau ada peletakan batu pertama dinastik politik. Cuma ada dua sih, antara istrinya Pak Gubernur sama anaknya mantan Bupati Indramayu.

Baca juga :
Jokowi dan Dilema Politisasi KPK

Nanti kalau misalkan memang terjadi di Jawa Barat, pelantikan dan serah terima jabatannya di rumahnya masing-masing aja. Lebih irit anggaran biar suaminya yang lantik, atau ayahnya sendiri yang lantik. Weleeeh weleeeh. (Z19)

Facebook Comments