Pede Jokowi Menunggu Lawan

Pede Jokowi Menunggu Lawan
Istimewa
2 minute read

“Bertanding kalau ada partnernya itu lebih enak. Itu nggak masalah bagi Pak Presiden. Karena pasti beliau sudah mengkalkulasi mana-mana daerah yang sudah oke mendukung.” ~ Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.


PinterPolitik.com

Menduduki jabatan tanpa adanya persaingan yang berarti, rasanya gimana gitu ya. Gak kece aja, hambar kayak roti tawar. Begitulah rasanya jika nanti Presiden Petahana Jokowi ternyata menang Pemilihan Presiden 2019 karena melawan kotak kosong. Wedew, jangan sampe kejadian deh.

Ya jangan sampe lah ya. Eike yakin, Jokowi lover juga pasti gak mau junjungannya menang begitu aja tanpa ada kompetitor. Gak afdol aja, kayak ada yang kurang gitu. Jadi saat kita tahu Gerindra dalam Rakornasnya kemarin mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres, pihak Istana turut mengapresiasi.

Tapi pemberian apresiasi itu disertai dengan rasa kepercayaan yang tinggi. Kalau kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sih, itu karena Presiden Jokowi sudah punya kalkulasinya tersendiri dalam menyikapi pengusungan Prabowo sebagai Capres oleh Gerindra. Cius, mi apa coba?

Moeldoko menjelaskan, kalau Presiden Jokowi telah melakukan kalkulasi suara yang akan diraihnya di setiap daerah dalam kontestasi Pilpres 2019. Ibarat kata nih ya, hampir dipastikan setiap suara di daerah sudah dikunci untuk kemenangan Pakde Jokowi pada Pilpres mendatang. Tapi apa itu aja udah cukup?

Bagaimana dengan tingkat kepercayaan warga sama kepemimpinan Jokowi selama 3,5 tahun ini, apa cukup berprestasi sehingga layak dipilih kembali? Jadi masayarakat diharapkan gak memilih berdasarkan rasa like and dislike atas siapa kandidat Capres yang akan dipilihnya loh ya. Tapi lihat kinerjanya juga!

Kalau kita mengintip-intip teori menurut Jack Snyder, sebuah negara akan mulus melaksanakan demokrasi bila terpenuhi 3 hal utama, yaitu negara tersebut memiliki ekonomi merata, memiliki kedewasan politik, dan pelaksanaan hukum yang adil. Apa Pakde Jokowi sudah menjalankan ketiganya dengan baik nih?

Baca juga :
PKB Incar Menteri, Rintangi Rekonsiliasi?

Apalah arti kepedean Pak Moeldoko dengan sesumbar mengenai kalkulasi perolehan suara yang akan diperoleh Pakde Jokowi di setiap daerah, kalau ekonomi rakyat tidak merata. Kesejahteraan rakyat aja belum merata, eh kok cuma mau suaranya aja saat Pilpres. Mmm, jangan gitu ya Pakde, auto dosa loh nanti!

Tapi eike rasa, mengenai pemerataan ekonomi tadi, udah dilakukan dengan baik dalam program Nawacita Jokowi-JK. Toh, pelaksanaan pemerataan ekonomi itu dilakukan dengan program yang mengutamakan pembangunan dari pinggiran daerah di Indonesia. Dulu kan pembangunan cuma Jawasentris. Kalau sekarang hampir seluruh daerah ada pembangunan, ya termasuk di Indonesia Timur. Tsadeest. (K16)

Facebook Comments