PDIP Ungkit Rumah Tangga Orang

gerindra egois
Hasto Kristiyanto. (Foto: Aneka Info Unik)
2 minute read

“Kadang tanpa sadar kita memperpanjang jarak antara jiwa-jiwa, kemudian lupa cara kembali untuk duduk bersama.” ~Rohmatikal Maskur


PinterPolitik.com

Berbeda dengan kubu pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak habis-habis digoreng soal kekompakan. Duh aduh, kasian banget sih…

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto waktu melakukan kegiatan Safari Kebangsaan Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 di Indramayu Jawa barat juga tidak ingin melewatkan isu tersebut untuk menjadi bumbu dalam pidatonya.

Doi menyebutkan, yang di sana belum kompak. Kenapa bisa terlihat begitu? Menurutnya, karena capres dari Gerindra, cawapres dari Gerindra, ketua tim pemenangan dari Gerindra, semua dari Gerindra. Terus partai lainnya mana?

Hmmm, betul juga. Pada ke mana itu ya? Masa nggak punya tokoh? Tokoh penggembira. Hiya, hiya, hiya

Seberapa besar pengaruh gerindra? Click To Tweet

Hasto sendiri menegaskan, kalau dirinya tak akan mencampuri urusan rumah tangga lawan politiknya secara mendalam. Doi hanya ingin fokus pada kerja pemenangan Jokowi-Ma’ruf dan pileg agar mencapai target kemenangan.

Kukukuku, kalau nggak mau ikut peduli kenapa ngungkit-ngungkit sih? Sukanya ngeledek deh. Nggak tahu ya kalau di dunia ini kita mengenal yang namanya karma. Apalagi bagi penggemar setia Roy Kiyoshi. Hihihi.

Tapi kalau menurut eik, Gerindra ini memang mendominasi sekali. Beda banget sama kubu sebelah yang warna-warni. Wapresnya bukan dari elite, cawapresnya ulama, ketua timsesnya pengusaha, beragam gitu loh. Tapi sekali lagi, politik itu bukan sayur, yang makin berwarna makin bergizi. Kalau politik itu, makin satu kepentingan, makin kompak. Betul nggak?

Hasto mengatakan alasannya kenapa mengungkit urusan kemesraan kubu sebelah. Konon, untuk membandingkan agar upaya pemenangan di Pileg dan Pilpres 2019 harus sejalan.

Menurutnya, sebegai parpol PDIP harus jadi kesatuan. Partai nggak boleh ragu antara pileg dan pilpres. Dua-duanya satu napas. Ia pun mengatakan bahwa mensosialisasikan Jokowi-Ma’ruf sebagai momentum emas.

Yaa, gimana nggak momentum emas. Wong yang jadi capres kadernya sendiri. Coba kalau kadernya dari partai lain, yakin nggak kayak kubu sebelah? Hmmm…

Hasto memastikan, kekompakan PDIP dengan partai pengusung lainnya sudah solid. PDIP, Hanura, Perindo, PKPI, PSI, Golkar, NasDem, PPP, PKB semuanya kerja bersama dalam pemenangan pilpres. (E36)