PDIP Remehkan “Masakan” Prabowo

PDIP Remehkan masakan Prabowo
Prabowo Subianto. (Foto: Kanigoro Newsline)
2 minute read

“Yang membuat makanan terasa nikmat dan istimewa adalah pembuatnya.” ~ Thomas Keller


PinterPolitik.com

Ngomong-ngomong soal makanan, eike lagi ngidam banget masakan mamak di rumah nih. Ya, walau masakannya sederhana, tapi rasanya itu kayak surga. Sungguh nikmat yang tidak boleh diingkari. Aziikkkk!!

Tapi beneran deh, mau seenak apapun masakan restoran, nggak akan sengangenin masakan si Mamak. Sayur asem… ikan asin… sambel terasi… tempe goreng… Omagaa, ngebayanginnya aja lidah eike udah bergoyang-goyang nih. Hehehe.

Btw, kalian tahu nggak sih kenapa eike tiba-tiba kangen masakan mamak? Ini tuh gara-gara ada politisi sindir-sindiran soal racikan makanan. Tebak siapaaa?

Itu loh, politikus PDIP Masinton Pasaribu, dia menyindir koalisi pendukung Prabowo yang katanya masih sibuk meracik menu, berbeda dengan koalisi Jokowi yang sudah matang dan tinggal leb.

Ehhh, ini ngomongin Pilpres sampe bawa-bawa makanan? Et dahhh, ini bapaknya lagi baper atau begimana? Ehh lagi laper maksudnya. Moon maap, eike emang hobby banget typo. Ckckckck.

Politikus asal DKI Jakarta itu menganalogikan Jokowi sebagai menu spesial dengan rasa spesial, terbukti. Dia mengklaim publik tidak kecewa dengan racikan yang telah berjalan hingga hampir lima tahun tersebut.

Hoo seperti itucchhh. Tapi nih ya, kalau bumbu (cawapresnya) berbeda, kan bisa jadi rasanya berbeda. Kalau ternyata rasanya malah tidak sesuai dengan selera rakyat kepriwe bapake? Atau tahun depan mau pake bumbu yang sama? Makannya dari kemarin minta MK buru-buru buat keputusan soal gugatan Jusuf Kalla? Ulalaaa, coba jelaskan kepada kami para rakyat jelata bapak politikus, hehehe.

Masinton juga menilai kalau racikan lawan adalah racikan instan yang punya citarasa di bawah standar, karena dimasak oleh koki yang mesti sudah punya pengalaman 10 tahun tapi masakannya masih terasa hambar.

Baca juga :
 Izin FPI: Moeldoko vs FPI

Wadaww, nyang bener nih Pak? Lha emang racikan partai Bapak sudah pasti semua orang suka? Ihh suka jahat deh mulutnya. Kan setiap orang punya selera masing-masing toh Pak. Duhh duhhh…

Yowis, biarkanlah para politikus berdebat soal racikan makanan. Pokoknya kita tunggul saja menu jadinya, mau yang instan kek atau yang udah dimasak lama kek, yang penting rasanya! Setuju? Hehehehe. (E36)