PDIP: Jokowi Salah Ngomong

dana kampanye jokowi
Joko Widodo. (Foto: Republika)
2 minute read

“Apabila kita bicara soal uang, maka semua orang sama agamanya.” ~Voltaire


PinterPolitik.com

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan tak menggunakan uang waktu menjadi Gubernur DKI Jakarta kemarin makin lama makin jadi perdebatan. Baguslah. Gara-gara dipermasalahkan oleh kubu oposisi, kubu Jokowi mau nggak mau harus membuka sedikit demi sedikit tabir kebenaran yang selama ini rakyat kurang tahu.

Yup, Gerindra sebagai partai yang dulu ikut mengusung dan nyumbang dana untuk Jokowi sempat merasa tersinggung. Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade bahkan mengatakan kalau Jokowi sedang menghalalkan segala cara dan men-downgrade peran Patai Gerindra di Pilgub DKI 2012.

Terus kata Andre, yang bikin Gerindra makin kesal sama Jokowi, jadi Pilgub aja belum kelar, eh di 2014 malah maju di Pilpres. Waduhhh, udah gitu menang lagi, ngalahin Prabowo. Wkwkwkwk.

Pokoknya Gerindra sebel banget deh. Nggak berhenti-berhentinya partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ngungkit-ngungkit masa lalu. Nah, gara-gara itu, PDIP sebagai partai yang mengusung Jokowi sejak maju di Pilgub sampai saat ini akhirnya membuat pengakuan, kalau Jokowi itu sebenarnya salah ngomong. Mana bisa kampanye tanpa uang?

Hmmm, untung Jokowi yang salah ngomong. Kalau Prabowo yang salah ngomong gimana? Bisa-bisa dapat Kebohongan Awards yang kedua tuh. Hehehe.

Yang salah itu yang udah tahu salah tapi tetap sok benar... Click To Tweet

PDIP meluruskan, kalau yang dimaksud Jokowi di debat perdana capres-cawapres soal nggak mengeluarkan untuk sepeser pun saat maju di Pilgub DKI 2012 itu terkait rekomendasi partai politik, bukannya kampanye. Maksudnya, Jokowi maju jadi gubernur tanpa uang mahar.

Kan suka ada ada tuh kasus uang mahar untuk dapat rekomendasi dari parpol. Jokowi nggak gitu. Tapi Jokowi tetap mengeluarkan uang untuk sosialisasi, kampanye, dan aktivitas politik pilkada.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, nggak cuma kader Gerindra yang patungan untuk Jokowi, PDIP juga kok. Biaya itu menurutnya memang ditanggung secara gotong-royong.

Oleh sebab itu, Hendrawan nggak setuju kalau Jokowi dikatakan sebagai ‘kacang lupa kulit’. Menurutnya, pernyataan Jokowi di debat kemarin itu mengandung makna yang positif untuk capres sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Itu menegaskan kalau Prabowo itu bukan ‘jenderal kardus’ yang suka bikin rekomendasi atar pertimbangan besaran upeti.

Yaaa, mau bagaimanapun ocehan kedua belah pihak, cebong akan tetap mendukung Jokowi, kampret akan tetap cinta Prabowo, dan swing voters masih tetap galau mencari pemimpin yang terbaik. Seperti ituh… (E36)