PDIP, Jawara yang ‘Dikasihani’

PDIP, Jawara yang ‘Dikasihani’
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto: Tempo)
2 minute read

“Kasihan hanyalah satu kemewahan atau kelemahan. Yang terpuji memang dia yang mampu melakukan kemauan baiknya.”


PinterPolitik.com

Kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden di Pilpres 2014 memberikan tanda Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan bangkit dari tidurnya dan merebut kembali tahtanya.

Walau sempat puasa kekuasaan selama sepuluh tahun, PDI Perjuangan akhirnya bisa menari di atas angin. Kursi presiden sudah direbut, otomatis menterinya pun dilibas habis.

Awalnya sih koalisi tanpa syarat, tapi ujung – ujungnya, menteri – menteri diisi orang – orang terdekat di lingkaran koalisinya. Nama menteri dari PDI Perjuangan juga tercatat.

Tapi sayang sekali, taring PDI Perjuangan tumpul di legislatif. Tak apalah eksekutif sekarang dikuasai lingkaran PDIP, tapi legislatif tak bisa. Weleeeeh weleeeh, yang lucunya partai pemenang Pemilu 2014 ini tak mendapatkan satu pun kursi pimpinan DPR dan MPR.

Korban politik para oposisi ya, weleeeeh weleeeh. Haduuuhh, kasihan sekali ya. Pemenang tapi tak punya daya dan upaya apapun untuk bisa berkuasa di legislatif. Pukkkk, pukkkk, yang sabar ya Banteng.

Makanya, tak aneh kalau PDIP suka menjadi korbannya para pimpinan legislatif, khususnya Jokowi yang jadi sasaran empuknya DPR, weleeeeh weleeeeh.

Tapi kesedihan PDIP sepertinya sudah berakhir. Rasa kasihan akhirnya muncul juga dari para politikus lintas partai di DPR dan MPR yang mengusulkan adanya penambahan kursi pimpinan, khususnya untuk diisi oleh keterwakilan dari PDIP.

Weleeeeh weleeeh, kasihan juga ya, Partai Pemenang Pemilu 2014 baru mendapatkan jatah pimpinan DPR dan MPR yang berdurasi sangat pendek, uhuuukkk, uhuuuukkk, mau – maunya aja sih dikasihani begitu, seharusnya tunjukin dong kalau PDIP itu adalah pemenang.

Jangan malah kesenengan dikasihani begitu, ahhh syudahhlah. Akhirnya dengan raut muka riang gembira, walau dikasihani, akhirnya PDIP mengusulkan Utut Adianto sebagai Wakil Ketua DPR dan Ahmad Basarah sebagai Wakil Ketua MPR.

Baca juga :
Fahri Mengekor Anies Soal Reklamasi?

Lain kali nih ya, kalau PDIP jadi pemenang Pemilu lagi harus dikuatkan dong di legislatifnya supaya ga dikasihani begini. Tapi kan berhubung di dunia politik itu urat malu sudah tak ada, ya mau ga mau sikat aja lah.

Kan lumayan dua kader PDIP bisa jadi pimpinan DPR dan MPR, walaupun cuma 19 bulan aja, kasihan ga sih? Kasihan banget ya? Weleeeeh weleeeh.  (Z19)

Facebook Comments