PDIP, Isu SARA Bukan Halangan

PDIP, Isu SARA Bukan Halangan
2 minute read

Menjelang tahun politik 2018, PDI Perjuangan kemungkinan besar akan terhadang isu SARA. Bagaimana kiat Partai Banteng menyikapi hal ini?


PinterPolitik.com

“Bukan hanya menghadapi pilpres, buat pilkada pun kami sudah bahas hal itu (serangan isu agama).” ~ Budiman Sudjatmiko

Tahun 2017 memang menyisakan retakan dalam masyarakat Indonesia, terutama warga DKI Jakarta. Pesta demokrasi yang seharusnya demokratis, disamarkan dengan politisasi agama dan menyebabkan masyarakat tidak lagi mampu berpikir logis dan jernih, karena selalu dikaitkan dengan politik identitasnya.

Partai yang paling terkena imbasnya, siapa lagi kalau bukan PDI Perjuangan. Bahkan hingga kini pun, Partai Merah ini masih dicemooh sebagai “partai penista agama”. Padahal yang dilakukan partai ini hanya mengusung sosoknya saja, tidak ada kaitan dengan agamanya.

Begitulah fenomena pemikiran masyarakat sekarang yang kerap disebut sebagai “kaum sumbu pendek”, segala sesuatu selalu dikaitkan dengan agama. Selama agama dan pemahamannya sama, perbuatan buruk pun akan selalu dibela. Tapi tidak begitu dengan yang tidak seiman, atau yang seiman tapi tidak sepakat, tak akan lepas dari hinaan.

Situasi yang sepertinya sengaja dibentuk dan dipelihara ini, tentu menguntungkan bagi para politisi tertentu. Tak heran bila di Pilkada dan Pilpres nanti, upaya politisasi agama dan politik identitas akan dimainkan kembali. Siapa yang paling nelongso dengan situasi ini? Ya tentu saja PDI Perjuangan yang mengusung aliran nasionalis.

Bahkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago memprediksi kalau isu kebangsaan dan kenegaraan akan bergeser menjadi isu umat dalam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Tak pelak di Pilkada Serentak nanti, disinyalir para kader PDI Perjuangan kemungkinan besar akan tertimpa isu agama.

Baca juga :
Jokowi 2.0, Ajang Perebutan Oligarkis?

Tapi bukan hanya PDI Perjuangan saja yang harus siap-siap dihajar dengan isu SARA dan politisasi agama, Jokowi pun diperkirakan akan diterpa badai yang sama. Masih ingatkan serangan isu mengenai agama Jokowi, orangtuanya yang dikatakan PKI, sampai ocehan bahwa Jokowi anti Muslim? Nah itulah contoh awalnya.

Meski sulit untuk ditangkal, namun politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengaku partainya siap menghadapi badai tersebut. Sebagai aktivis 98, isu PKI memang sudah kenyang dimakan oleh pria ini sejak Orde Baru. Jadi saat mengatakan siap, mungkin karena ia sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Kita lihat saja. (R24)

Facebook Comments