PDIP Dikeroyok di Bali

PDIP Dikeroyok di Bali
2 minute read

Kondisi panas menjelang pendaftaran Pilkada juga terjadi di Bali. Di Pulau Dewata yang merupakan basis Partai Banteng ini, PDI Perjuangan dikeroyok enam partai sekaligus!


PinterPolitik.com

“Golkar bersatu dan berada di dalam KRB penuh. Golkar seyakin-yakinnya ada dalam KRB, bukan koalisi yang lain.”

Tekad bulat ini dikatakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, terkait dukungan Partai Kuning kepada Rai Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Bali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak nanti.

Dukungan ini juga menempatkan Golkar sebagai salah satu partai yang tergabung dalam ikatan Koalisi Rakyat Bali (KRB), bersama Demokrat, Gerindra, NasDem, PKS, dan PBB.  Bersatunya enam partai ini, menyisakan PDI Perjuangan yang berjuang sendirian dengan mengusung  I Wayan Koster–Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Bagi PDIP, tak masalah harus berjuang sendirian, karena mereka sudah punya 26 kursi. Sementara KRB, walau sudah main keroyokan, tapi hanya mampu menembus 28 kursi saja, selisih yang sangat tipis sekali. Jadi wajar saja kalau PDIP masih begitu percaya diri, walau ingin dijegal ramai-ramai.


Apalagi setelah diusut-usut, ternyata Ketut Sudikerta sendiri masih keberatan kalau namanya dicatut sebagai cawagub. Kabarnya sih, kader Golkar ini tidak direstui oleh keluarganya untuk maju di Pemilihan Gubernur. Waduh, mau dipromosikan jadi pejabat kok enggak boleh ya?

Sampai-sampai Sekertaris Jenderal Golkar yang sebentar lagi dilengserkan, Idrus Marham, pun harus turun tangan. Katanya, “Golkar sangat mengapresiasi perjuangan Pak Kerta selama ini. Tapi apa bisa, Pak Kerta kembali berkorban lagi demi kejayaan Partainya di Pulau Dewata?” Widiih, rayuan Pak Idrus ‘maut’ juga yah.

Jadi ini ceritanya, KRB mau ngeroyok Banteng tapi jagoannya masing angot-angotan disuruh duel. Jangan-jangan, Pak Kerta takut kualat kalau harus melawan Banteng. Soalnya kan, Bali punya sejarah yang mendalam dengan trah Soekarno. Gimana enggak, nenek moyang Soekarno kan asli Bali. Masa mau melawan sesepuh?

Tapi siapapun nanti yang akan diusung KRB, memang harus punya pamor yang kuat agar bisa melawan Banteng. Secara dari zaman old hingga now, Bali masih dikenal sebagai lumbung suara tetap Partai Banteng. Jadi walau mainnya keroyokan, bisa saja nanti hasilnya masih berupa ‘pil pahit’. Tapi bila berhasil menang, berarti ada yang salah dengan Partai Banteng. Kita lihat nanti saja. (R24)