Pangkas Utang-Pajak Ala Prabowo

kebijakan ekonomi prabowo sandi
Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. (Foto: Kompas)
2 minute read

“Lebih baik berusaha untuk tidak berjanji daripada berusaha mencari-cari alasan atas janji yang tidak dipenuhi.” ~Anonim


PinterPolitik.com

Kubu Prabowo-Sandi kan tergolong rajin mengkritik pemerintah soal keadaan ekonom di bawah pemerintah sekarang, tapi kan mereka dianggap rajin kritik doang. Nah, ternyata mereka punya siasat buat memperbaiki kondisi ekonomi itu. Gak tau bakal jadi apa kayak apa nantinya, tapi setidaknya ini yang sejauh ini mereka jual.

Pertama soal utang. Capres-cawapres nomor urut 02 ini berjanji akan memangkas utang pemerintah dengan cara mengurangi penerbitan obligasi dan penarikan utang bilateral. Anggota BPN Prabowo-Sandi, Drajad Wibowo juga mengatakan, Prabowo-Sandi juga akan meningkatkan tax ratio sampai 16%.

Tax ratio atau rasio pajak ini memang suka dipakai sebagai indikator penilaian kinerja pemerintah di bidang ekonomi. Kenaikan rasio pajak tentu memberikan manfaat yang besar bagi bangsa. Kalau rasio pajak meningkat, pendapatan negara meningkat, dengan begitu kinerja fiskal juga meningkat.

Eh, tapi bentar, katanya mau naikin rasio pajak, tapi di saat yang bersamaan mau menurunkan tarif pajak. Jadi gimana caranya agar penerimaan pajak bisa naik ya kalau tarifnya diturunkan? Kalau menurut Drajad sih, penurunan pajak ini bisa menjadi stimulus biar orang lebih mau membayar pajak.


Masyarakat kita itu masih takut miskin kalau tertib pajak... Click To Tweet

Ya, pokoknya begitulah tawaran Prabowo-Sandi. Selebihnya, mereka juga berjanji akan memangkas belanja-belanja yang tidak efisien, salah satunya belanja untuk infrastruktur. Infrastruktur akan dirasionalisasi.

Soal infrastruktur, Bank Dunia juga akhir tahun kemarin mengeluarkan catatan yang memperlihatkan buruknya kualitas infrastruktur di era pemerintahan Jokowi. Acak-acakan dan terlalu ambisius.

Kalau kata Drajad, Prabowo-Sandi akan mengurangi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Tapi bukan berarti karena sudah pada dibangun Jokowi, tapi karena untuk kepentingan yang lebih darurat.

Walau begitu, Prabowo-Sandi nggak akan memangkas belanja negara. Uangnya dipakai untuk swasembada pangan, energi, air bersih, lembaga negara, sama angkatan perang.

Oke deh, tapi sebenarnya ada yang bikin bingung, kalau utang dipangkas dan pajak diturunkan, gimana bisa belanja ya? Kan katanya mau ada program swasembada pangan, energi, air bersih, dll. Itu biayanya dari apa ya kalau sumber pemasukan dipangkas?

Nah, ini nih kayaknya yang harus dijawab sama Prabowo-Sandi kalau emang serius mau membenahi APBN. Kalau gak dijawab ya, bisa berabe, pemasukan tidak ada, tapi program menumpuk yang  harus didanai. (E36)