Pancasila Terhalang Anggaran?

Pancasila Terhalang Anggaran?
Istimewa
2 minute read

“Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati. Seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali.” ~ Alexander Pope, An Essay on Man


PinterPolitik.com

Puisi dari Paus Alexander di atas, menjadi penutup surat pengunduran diri terbuka Yudi Latief dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang ia unggah di media sosial. Berita pengunduran diri ini, langsung menjadi trending topic di berbagai media dan mendapat respon yang juga beragam.

Namun sebagian besar sih, mendukung keputusannya tersebut dan dianggap sebagai tindakan yang lebih Pancasilais ketimbang badan pembina ideologi itu sendiri. Hmm, kok jadi bikin masyarakat bertanya-tanya sih? Bukannya Yudi sendiri yang sempat bilang kalau Pancasila sudah mulai luntur di masyarakat? Tapi kok malah mundur?

Sejak dibentuk Juni tahun lalu dengan nama Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), lembaga yang niatnya untuk mengenalkan kembali ideologi bangsa ini memang kerap diliputi kontroversi dan polemik. Selain tugas dan tanggung jawabnya, belakangan besaran gaji yang diterima pun menjadi omongan.

Dengan banyaknya cibiran itu, kalau dipikir-pikir, wajar sih Yudi memilih mundur. Apalagi dalam suratnya, ternyata informasi gaji yang tingginya “selangit” itu juga belum benar-benar bisa mereka nikmati, karena anggarannya aja belum turun. Wedeeew, kasihan juga ya. Udah kerja capek-capek, belum di gaji aja udah dicibirin orang.

Enggak heran juga sih, kalau Fadli Zon ikut happy dengan mundurnya Yudi, kan dia yang paling getol permasalahin gaji BPIP. Selamat ya, oposisi menang nih ceritanya? Terus gimana dong tuh nasib pengenalan Pancasilanya? Kalau kata Refli Harun sih, Pancasila harusnya dibangun bottom up bukan sebaliknya, hmm.

Permasalahannya kan, sekarang yang bottom up itu ajaran radikal dan intoleransi, apa terus Pemerintah harus diam-diam aja? Coba ya, itu para pengamat politik yang katanya cinta Pancasila dan lebih Pancasila dari Pemerintah, rakyat kudu gimana? Kalau kata Konfusius, Anda belum hebat kalau hanya bisa bicara tanpa bisa berbuat, lho. (R24)

Baca juga :
Langkah Kuda PPP Hadapi Kumbo?

Related Posts

Facebook Comments