Panah JK Kalahkan Jokowi

3 minute read

“Tatap mataku bagai busur panah..”


PinterPolitik.com 

“Saya akan mengalahkan Jokowi!”, begitu ucap Jusuf Kalla seraya mengeluarkan panah dan mengarahkannya ke sasaran tembak. Tapi nahas, panah melenceng dan jatuh ke tanah yang basah karena hujan semalam. Panitia ASEAN Games di Kompleks Gelora Bung Karno langsung tergopoh-gopoh memungut panah itu dan mengembalikan ke empunya. Selanjutnya JK siap menarik panah lagi, tak henti, kali ini penuh presisi.

Tenang, adegan itu hanya terjadi untuk memantau persiapan menyambut ASEAN Games tahun depan. JK tak benar-benar mau mengalahkan Jokowi, dalam arti yang dramatis, kok. Masa iya, politikus cum pengusaha sukses itu mau jadi matahari kembarnya Jokowi?

Ya memang sih, sekali waktu Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pernah menyebut ada yang kebelet mau jadi Presiden. Hampir semua orang berpikir kalau JK lah yang dimaksud. Habisnya gimana orang nggak curiga? JK yang menemui para pendemo 411 di November 2016 lalu.

Jadi begini, JK memang punya kuda-kuda di aksi demo 411 di November 2016 lalu. Semua masjid di Indonesia itu, bisa dikatakan, adalah miliknya. Mengingat Pak JK Ketua Masjid Indonesia periode 2012 – 2017, nggak mungkin kalau dirinya tak tahu menahu soal kampanye politik yang melahirkan aksi-aksi bernomor cantik dan selalu kalap dikipas dari masjid ke masjid. Ah, Pak JK hanya cuek saja tak membalas Kumolo. Siapa suruh kezel sama Ahok dan mendukung Anies – Sandi terang-terangan, Pak.

JK juga pernah mencak-mencak ketika kepentingan bisnisnya di bidang migas dan kelistrikan digentayangi menteri pilihan Jokowi, Rizal Ramli. Gaya khas kecil-kecil cabe rawitnya keluar, membela Sudirman Said mengenai target listrik 35.000 watt. Baik Sudirman dan JK tahu, JK Group terancam di sana. Untungnya semua bisa terkendali.

Baca juga :
Menguak Jokowi Dorong Tanggul Laut

Nah, belum lagi soal isu reshuffle menteri yang sempat heboh awal tahun lalu. Presiden mau rombak, eh Pak JK bilang rombak hanya akan menguras dompet negara. Akhirnya menggantung dan tak jelas kelanjutannya. Tarik menarik isu rombak menteri ini bahkan sudah clash dua kali sepanjang pemerintahan Jokowi, lho. Hubungan mereka apa tidak seperti bisul di pantat? Makin mengganggu dan buat nggak nyaman bergerak? Eh, tapi geraknya siapa dulu, nih?

sumber: istimewa

Yah kembali lagi, namanya juga berpolitik, pasti yang diincar kekuasaan. Iya apa iya? Karena politiklah yang bisa mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, siapa tahu Pak JK ujug-ujug menjadi Presiden selanjutnya? Who knows. Sebab bagi sebagian orang, lebih ‘terhormat’ dikenang sebagai Presiden RI ketimbang jadi Wapres RI profesional beberapa dekade.

Tapi sebelum semua terwujud, tolong ya Pak JK, latihan panahnya dikencangkan lagi. Kalau bisa sewa pelatih panah profesional sekalian. Biar apa? Ya, nggak apa-apa, biar tak kalah saja dengan gaya Presiden. (A27)