PAN, Uang Atau Harga Diri?

PAN, Uang Atau Harga Diri?
Foto : Istimewa
2 minute read

“Setiap kata mempunyai konsekuensi, begitu juga keheningan.”


PinterPolitik.com

Kabar angin tentang uang sogokan Sandiaga Uno untuk partai pendukung Prabowo Subianto telah santer terdengar. ISu sogokan yang disebut-sebut untuk memuluskan dukungan atas duet Sandi dengan Prabowo di Pilpres 2019 saat ini telah menuai pro kontra di kalangan elit politik maupun di kalangan masyarakat luas.

Apakah kabar ini menjadi sebuah pertanda bahwa politik di Indonesia sangatlah buruk? Atau ini hanya sebuh pertanda bahwa politik di Indonesia memang memiliki rasa humor yang tinggi sebab mereka gemar sekali membuat isu yang dapat membuat kita tertawa cekikik? Weleh-weleh.

Apapun itu gengs, intinya sehari lagi kedua kubu baik Jokowi maupun Prabowo harus segera mendaftarkan bakal capres dan cawapresnya. Ehehehe. Mari kita nantikan gengs apakah tanggal 10 Agustus akan menjadi penentuan dari penantian kita atau kita semua harus kembali menanti untuk beberapa waktu ke depan.

Oh iya gengs, kembali ke kabar angin yang sedang berhembus tadi ya. PAN kabarnya juga menerima uang sebesar Rp 500 miliar dari Sandi untuk tunduk dan patuh dengan pilihan Prabowo menentukan cawapresnya.

Tetapi jika kita perhatikan arah dukungan PAN di Pilpres 2019 ternyata masih belum jelas juga, menunggu hasil Rakernas partai tersebut. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan baginya sikap politik di Pilpres kelak bisa membuat soliditas partai makin kokoh.

Baca juga :  Intrik Amien Perdaya PA 212

Bagi Ketum PAN yang telah melunak ini yang penting adalah PAN kokoh, kemudian DPR-nya tambah kursi. Hmmm, jadi sudah tidak ngotot nama cawapres ya? Semoga saja bukan karena uang ya gengs.

Jadi nih gengs, kalau kita melihat Rakernas PAN ternyata telah menghasilkan usulan untuk mengusung Zulkifli Hasan sebagai cawapres Prabowo. Jika usulan itu ditolak koalisi, PAN sudah menyiapkan nama alternasif yaitu Ustad Abdul Somad dan Sandiaga Uno.

Uuuu… Apa eyke bilang gengs, nama Sandi keluar lagi kan? Berarti fix, ini mah settingan gengs. Masa kompak banget alternatifnya sama isu Rp 500 miliar itu?

Gimana nih menurut kalian? Apa benar PAN sudah tunduk sama uang? Atau ini memang sebuah hitungan politik PAN untuk mengalahkan Jokowi?

Ga usah pusing deh mikirin ini settingan atau hitungan politik PAN gengs. Mending kalian baca deh ungkapan Henri-Louis Bergson, semoga saja bisa buat kalian tidak pusing lagi hehehe:

“Untuk eksis harus berubah, untuk berubah harus matang, matang berarti penciptaan diri tanpa henti.” (G35)

Share On