PA 212: Jokowers Taubat Nasional!

PA 212: Jokowers Taubat Nasional!
Foto : Istimewa
3 minute read

“Pemerintah dan agama sama-sama menjadi alat penindasan?”


PinterPolitik.com

Keseleo-nya lidah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu berhasil membuat dirinya, Presiden Jokowi, dan juga partai pengusung mendapatkan sebuah gelar baru.

Gelar yang didapat Ahok itu adalah sang penista agama, kalau Jokowi beserta partai pendukungnya mendapatkan gelar geng kafir, kelompok sesat, hingga pendukung penista agama. Weleh-weleh.

Sebenarnya, masih banyak lagi gelar-gelar lain yang disandangkan kepada Presiden Jokowi beserta partai pendukungnya gengs. Tapi eyke enggan menyebutkan satu persatu karena eyke takut ditegur sama Jokowers dan Paspampers gengs. Wkwkwk.

Eh, enggak deng gengs bercanda, eyke enggak beberin satu persatu karena kalimatnya itu tidak sopan. Lagian juga masa sih presiden sebagai simbol negara harus kita ejek dan maki-maki terus menerus. Kasihan dong gengs, mereka sudah capek-capek urus negara masa enggak kita beri apresiasi dengan baik. Ehehehe.

Oh iya gengs, kalau bicara apresiasi, menurut kalian apa mungkin yang dikatakan persaudaraan alumni (PA) 212 ini juga termasuk bentuk apresiasi untuk pemerintahan Jokowi?

Jadi gini gengs, baru saja PA 212 mengucapkan harapan atas terpilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. Harapan PA 212, Ma’ruf bisa membuat calon presiden petahana itu beserta pendukungnya bisa taubat nasional. Waduh ahaha.

Kalau menurut Jubir PA 212 Novel Chaidir Hasan, Ma’ruf diharap bisa mengajak Jokowi dan pengikutnya untuk memahami nilai-nilai agama yang harus dijunjung tinggi. Weleh-weleh.

Novel juga mengklaim pemerintah yang kita lihat sekarang ini memiliki banyak masalah, salah satunya adalah masalah keadilan. Novel melihat keadilan tidak bisa dinikmati oleh masyarakat banyak, khususnya umat Islam. Hmmm, masa sih bang?

Apa benar gengs hanya umat Islam saja yang hari ini tidak menikmati keadilan dalam hidup bernegara di Indonesia? Kayaknya enggak ya gengs. Kalau bicara keadilan, eyke sepakat. Tapi kalau cuman umat Islam doang, pikir-pikir lagi deh bang.

Oh iya gengs, selain berbicara soal keadilan, Novel juga sempat menduga kalau ada grand design paham komunis yang merekayasa, sehingga bangsa Indonesia menjadi terpecah belah dan saling sikut-sikutan. Sampai-sampai Novel juga bilang kalau TNI dan Polri sedang jadi domba yang enggak berhenti main tubruk-tubrukan. Ckckck.

Parah ya Novel, segala pakai nuduh rezim Jokowi komunis, terus juga bilang kalau TNI Polri lagi jadi domba aduan. Uuuu, belum aja nih Bang Novel diseruduk sama kesatuan Polisi dan TNI. Kalau eyke mah ampun deh bang. Wkwkwk.

Jadi gimana nih gengs, siapa di antara kalian yang sepakat kalau Jokowi and the gengs itu komunis? Nah siapa juga nih di antara kalian yang sepakat kalau Jokowi end the gengs acara bikin acara taubat nasional?

Kalau eyke sih gengs akan lebih sepakat lagi kalau peserta taubat nasionalnya itu dihadiri oleh seluruh politikus Indonesia karena yang ngaco kayaknya bukan kubu Jokowi doang deh. Hehehe. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here