Oposisi Dilecehkan Kata Genderuwo

Oposisi Dilecehkan Kata Genderuwo
Foto : Istimewa
2 minute read

“Ada terdapat lebih banyak kebijaksanaan di balik tubuhmu, daripada di balik filosofi terdalammu. Maka jadilah dirimu sendiri.”


PinterPolitik.com

Politisi kelompok oposisi dinilai partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai politisi genderuwo. Menurut Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem, Effendi Choirie, oposisi senangnya asal ngomong, mereka seperti genderuwo semua! Wih, ngeri!

Penilaian Effendi ini didasarkan pada pernyataan-pernyataan kubu oposisi yang dianggapnya menebar pesimisme. Bahkan, Effendi menyebut tidak sedikit pernyataan tersebut menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat. Weleh-weleh. Makin jadi ngerinya!

Effendi juga bilang, semua hal yang dikatakan politisi itu akan didengar dan dicerna oleh masyarakat. Jadi kalau oposisi selalu buat pernyataan yang menyeramkan, jangan salahkan bila Jokowi bilang oposisi selalu berusaha menakut-nakuti rakyat. Walaupun oposisi begitu, tetap saja rakyat yang takut engak ada juga kok. Wkwkwk.

Nampar banget cuy! Bisa jadi oposisi pipinya merah semua nih gengs, walaupun telapak tanggan tidak ada yang mendarat di permukaan kulit pipinya. Wong, oposisi bukan hanya dikatain  setan, tapi juga dikatai jadi setan yang gagal, setan yang tidak berhasil bikin takut manusia sebagai objeknya. Wkwkwk, udah jadi setan, gagal pula!

Oleh karenanya, Effendi mengimbau kelompok oposisi agar segera mengakhiri politik genderuwo itu. Gus Choi sapaan akrabnya ini juga meminta agar kelompok oposisi segera bertaubat ke jalan yang benar! Anjay, jadi Jokowi bilang taubat itu maksudnya Prabowo aliran sesat gitu ya? Kayak Lia Eden gitu ya bang? Ahahahay.

Intinya mah gengs, Effendi sangat berharap seluruh barisan oposisi segera bertaubat dengan akal pikirannya yang sehat dan hatinya yang jernih. Boleh mengkritik, tapi harus obyektif! Jangan cuman bisanya kritik tanpa dasar. Sudah kritik, terus tidak sesuai objek dan enggak ada solusi lagi. Wkwkwk.

Kalau eyke jadi oposisi atau jadi spesies kamvret, saat baca artikel ini gengs, pasti muka serasa lebam meski enggak dipukulin massa sekampung! Click To TweetWkwkwk, gimana gengs pendapat kalian, apa kalian juga akan sependapat?

Oh iya gengs, daripada mikirin gimana rasanya jadi oposisi yang dikata-katain, mending kita pikirin kata-katanya Friedrich Nietzsche. Kali aja kan bisa selesai galaunya: “Orang harus tetap memiliki kekacauan dalam dirinya, untuk dapat melahirkan bintang yang menari.” (G35)