Obat Sakit Jiwa Warga Jakarta

tilang elektronik
Anies Baswedan. (Redaksi: Indonesia)
2 minute read

“Jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta.”~Satlantas


PinterPolitik.com

Saking stresnya warga Jakarta, melanggar peraturan sudah menjadi hal yang lumrah. Yah, udah capek, biarlah masuk jalur Transjakarta biar cepat sampai rumah. Buru-buru takut telat, nggak apa-apalah nerobos lampu merah. Pajak? Apa itu pajak? Pajak kalau dipakein mozzarella enak nggak?

Hmm, begitulah. Padahal kata psikolog, tanda-tanda orang memiliki gangguan jiwa itu adalah orang yang gemar melanggar peraturan. Berarti warga Jakarta banyak yang gangguan jiwa dong? Hmm, jangan ditanya. Wkwkwk.

Masalah kondisi kejiwaan masyarakat kita memang memprihatinkan banget deh. Butuh formula yahud untuk mencegah penyakit kejiwaan tersebut semakin parah.

Nah, di dunia yang makin modern macam sekarang, harusnya instrumen-instrumen canggih untuk membantu tugas pihak berwenang dalam menertibkan masyarakat itu bisa dibuat ya. Biar nggak tambah sakit jiwa. Nah, salah satunya dengan menerapkan sistem tilang elektronik (ETLE).

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memperluas penerapan sistem tersebut dengan menambah penempatan kamera pengawas (ANPR) di sejumlah sudut jalan Ibu Kota.

Wah, kalau begini, para penderita gangguan jiwa harap hati-hati yaw. Nggak lucu kan pas nanti bayar pajak eh tahu-tahu syok karena tagihan denda tilang yang membludak. Ihhh nggak lucu banget.

Apakah tilang elektronik cukup ampuh menjadi teror para penderita gangguan jiwa yang kerapa melanggar peraturan? Click To Tweet

Saat ini, penegakan hukum lalu lintas model tersebut baru dilaksanakan di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Rencananya pada 2019, sistem tilang elektronik ini dikembangkan dengan menempatkan sebanyak 81 kamera ANPR yang tersebar pada 25 persimpangan di wilayah Jakarta. Jadi, hati-hati ya sobat-sobatku.

Anies mengaku telah berbicara dengan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf, untuk memulai perluasan sistem tilang elektronik di sejumlah ruas jalan yang penuh keramaian. Menurut Anies, pihaknya bakal mendukung sistem penilangan baru tersebut.

Penerapan sistem tersebut menurut Anies juga berkaitan dengan data 700 roda empat dan 4 juta roda dua belum membayar pajak. Nilainya hampir Rp2 Triliun loh. Nggak tanggung-tanggung.

Sistem tilang elektronik ini telah diterapkan Ditlantas Polda Metro Jaya sejak 1 November lalu. Sejak hari itu rata-rata pelanggar diperkirakan terdapat 500 pengendara per hari. Aduh, duh, ini warga Jakarta darurat gangguan jiwa atau gimana ya? Kok jumlahnye ngeri banget? Hiiii… (E36)