Nyinyir Fadli Menohok PSI

Nyinyir Fadli Menohok PSI
Istimewa
2 minute read

“Anda urus partai sendiri aja, belum tentu lolos PT. Demokrasi memang berat, perlu sabar, dedikasi, kerja keras dan keberpihakan pada rakyat bukan cukong,” ~ Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

Saling nyinyir dalam dunia politik kekinian emang udah jadi gaya komunikasi politik zaman now. Melalui media, para politisi seakan berlomba argumen dengan lihainya. Tujuannya sih membangun persepsi publik bahwa apa yang dikatakannya di media adalah benar adanya. Jadi wajar kalau kita sering melihat para politisi saling perang argumen. Wedew, sungguh unfaedah.

Seperti pada perang argumen yang dilakukan antara politisi dari Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon dengan politisi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. Dalam akun twitter pribadinya, Fadli ketus pada PSI yang diprediksi gak akan lolos parliamentary threshold. Wedew.

Apa yang disampaikan Fadli sebenernya gak ada yang salah loh. Kalau eike berhusnudzon, PSI bisa anggap pernyataan Fadli sebagai peringatan dini. Tapi jangan salah, justru PSI menyiapkan batu loncatan agar partai seumur jagung ini bisa melesat cepat di Pemilu mendatang. Ya dengan dompleng kekuasaan lah.

Mendompleng pihak penguasa adalah strategi paling receh yang bisa dilakukan oleh partai baru untuk mendongkrak elektabilitas. Secara kan saat ini elektabilitas Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) memang jauh lebih unggul ketimbang kandidat dari kubu oposisi. Pilihan yang rasional sih. Ada yang salah?

Apa yang sedang dilakukan oleh PSI sudah suatu kewajaran semata. Insting dasar partai politik memang begitu, masa mau disalahin sih. justru yang salah itu kalau PSI malah bikin poros sendiri. Nah itu baru yang namanya keblinger gaje. Kalau sampe kejadian dan berujung kalah, puas-puasin tuh Fadli nyinyirin PSI.

Tapi yang bikin keki itu justru kenapa dua politisi ini sama sekali gak membicarakan mengenai kepentingan rakyat sih. Kok melulu membahas mengenai kepentingan mereka aja. Masyarakat itu gak peduli keles sama semua wacana kalian selama gak melibatkan kepentingan rakyat secara langsung. Cuma bikin KZL.

Tapi di luar itu, apa yang disampaikan Fadli memang benar adanya. Membesarkan partai agar lolos PT memang gak mudah. Butuh kesabaran, dedikasi dan kerja keras, bukan malahan nemplok sama cukong. Mmm, ya sudah lah. Mungkin aja bagi Fadli, PSI gak lebih dari cerdas dalam melihat situasi. Bukan menyibukan diri membangun elektabilitas partai, eh malahan ngeriweuh partai oposisi melulu. Jangan-jangan kader PSI ini mirip apa yang dikatakan filsuf Niccolo Machiavelli (1469-1527): “There are one kinds of intelligence: understands neither for itself nor through others. This kind useless.” (K16)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here