Nur Mahmudi Terciduk, PKS Buta?

Kader Terciduk PKS Buta
Nur Mahmudi Ismail. (Foto: Suara Pemred)
2 minute read

“Seorang sahabat adalah orang yang ‘malah’ datang ketika seluruh dunia pergi.” ~Grace Pulpit


PinterPolitik.com

Salah satu kader PKS kembali terjerat kasus korupsi. Kini giliran mantan wali kota Depok sekaligus mantan presiden PKS Nur Mahmudi yang terciduk KPK lantaran diduga terlibat dalam kasus korupsi pelebaran jalan di Gang Nangka Cimanggis Depok, Jawa Barat, tahun 2015, dan merugikan negara sebesar Rp 10,7 miliar.

Wadaw, menjelang tahun pemilu gini, suka ada-ada aja ya. Sungguh menguji elektabilitas partai nggak sih? Sabar aja, ini ujian, yang penting harus tetap usaha, agar mesin partai tetap jalan. Iya, nggak?

Ehh, tapi kayaknya PKS juga nggak terlalu peduli ya? Mendengar kadernya tersangkut kasus korupsi, PKS seolah tutup mata dan tidak mau tahu. Boro-boro memberikan bantuan hukum, sampai sekarang petinggi partainya sibuk berkilah kalau dimintai tanggapannya.

Hm, kok PKS bisa tega banget sih? Ini nggak lagi ngambek gara-gara kemarin nggak dikasih jatah adri Pak Nur Mahmudi kan? Hehe, bercanda kok.

Anggota Majelis Syuro PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyerahkan masalah ini kepada DPP PKS apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak. Tapi yang jelas, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan ingin menyerahkan kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Kader partai dilarang terciduk KPK menjelang pemilu! Mesin partai sedang sibuk berebut kursi. Harap maklum! Click To Tweet

Ya, semoga saja Pak Nur legawa, kayaknya partai kesayangannya lagi sibuk persiapan pemilu dan berebut kursi wagub DKI Jakarta. Bagaimana pun ini kan demi eksistensi partai. Hihihihi.

Fahri Hamzah mengaku prihatin rekan separtainya tidak diberikan bantuan hukum oleh PKS. Menurutnya, PKS harus bisa menunjukkan bahwa Nur Mahmudi tidak bersalah, harus dibela.

Fahri juga mencatat, sepanjang kepemimpinan Sohibul Iman, sudah 6-7 orang tokoh senior PKS tersangkut kasus hukum dan tidak pernah diberikan pembelaan.

Ya… tapi kan, emmm kalau mereka memang terbukti merugikan negara masa harus tetap dibela, sih? Jadi maksudnya Bapak ingin PKS melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Golkar demi melindungi Setya Novanto tempo hari?

Hmm, kayaknya otak saya ada gangguan deh. Makannya nggak bisa paham sama pola pikir Pak Fahri yang suka… Hehehehe.

Hingga sekarang Nur Mahmudi belum bisa dimintai keterangan karena sakit. Katanya sih, sakit karena terjatuh waktu ikut lomba 17 Agustus-an. Wow, ini sih sudah jatuh tertimpa tangga, sudah sakit, kena kasus KPK, dikacangin partai pula. Yang tabah yawww… (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here