Nongkrong Cantik ala Sandi-RK

Nongkrong Cantik ala Sandi RK
Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno. (Foto: Instagram)
2 minute read

Kawan, tidak perlu selalu cepat panas hati, karena boleh jadi, kita hanya keliru memahami, atau terlalu cepat mengambil kesimpulan.” ~Tere Liye


PinterPolitik.com

Dalam politik, saling sikut dan menjatuhkan itu wajar adanya. Ada yang udah terlihat adu argumen, terus tiba-tiba ngaku sahabatan juga banyak. Ya, kayak Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil gitu deh. Hihihi.

Beberapa waktu lalu Sandiaga sempat mengkritisi para gubernur agar fokus membangun daerah ketimbang sibuk dengan urusan kampanye pemilihan presiden.

Mendengar kritikan tersebut, Kang Emil merasa tersindir. Dia pun mengingatkan Sandiaga kalau waktu menjabat sebagai wagub DKI Jakarta, Sandi pernah menjadi juru kampanye untuk beberapa calon gubernur. Hihihihi, maklum, mungkin sekarang Bang Sandi lagi tobat. Ehh, tapi sebenarnya nggak masalah juga sih kalau mau ikut kampanye, asal tahu aturannya aja.

Setelah saling kritik, kedua politisi tampan ini berdamai. Sandiaga dengan sigapnya langsung meminta maaf, walau katanya, tidak bermaksud untuk menyindir siapa pun. Kang Emil pun menyambut permintaan maaf itu. Bahkan, mereka sempat janjian buat ngopi-ngopi cantik. Mantap nggak tuh?

Gesekan antar politikus itu wajar. Tapi jangan dipanas-panasi. Mending diajak ngopi... Click To Tweet

Acara bincang-bincang ceria antara Sandiaga dan RK berjalan santai, macam anak-anak muda lagi nongkrong. Dalam pertemuan tersebut, RK berpesan agar Sandiaga sering memberi statement yang mengajak pendukungnya untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, pesan perdamaian, dan jauh dari ujaran provokasi dan negatif.

Menurut RK, politisi itu harus membangun demokrasi dengan dialog positif  dan mengedepankan perdamaian. Jadi nggak boleh nyinyir tak berfaedah gitu ya? Hehehe.

RK juga mengatakan siap menyambut Sandiaga jika ingin berkampanye di Jawa Barat saat Pilpres nanti. Bila perlu, RK juga siap memfasilitasi kebutuhan Sandi sesuai aturan.

Nah loh, ini baru namanya kawan. Walau beda pilihan politik, tetap saling dukung. Siapa sih yang bilang mereka berantem? Apakah ada hubungannya dengan konspirasi media? Ehhh, biarlah masalah perasaan mereka menjadi rahasia ilahi dan diri mereka sendiri.

Pada intinya, tanggapan RK terhadap statement Sandi kemarin itu hanya untuk meningingatkan masyarakat agar lebih paham aturan. Gubernur itu boleh ikut kampanye, asal ambil cuti.

Emm, tapi sebagai rakyat posesif, aku nggak mau dimadu. Rakyat memilih gubernur bukan untuk menjadi duta calon presiden tertentu. Kalau sibuk kampanye, siapa yang urus rakyat? (E36)