Ngabalin “Lempar” Comberan ke Amien

Ngabalin dan Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: SuratKabar.id)
2 minute read

“Pada akhirnya, inilah tujuan pemilihan umum. Apakah kita berpartisipasi dalam politik sinisme atau harapan?” ~Barack Obama


PinterPolitik.com

PAN disebut-sebut masih galau mau pilih kubu Joko Widodo (Jokowi) atau kubu Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019 mendatang. Terkait dengan hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin buka suara.

Menurut mantan politisi PBB itu, partai yang dinakhodai oleh Zulkifli Hasan nggak perlu galau dalam menentukan sikap, silakan kalau nggak mau dukung Jokowi.

Wedew, Bapaknya percaya diri banget nih kayaknya, udah kebanyakan pendukung ya, sampe-sampe nggak butuh tambahan partai. Mantap memang koalisi petahana mah, keliatan kompak. Tapi nggak tahu deh ujungnya gimana, nerima atau nggak sama pilihan cawapres Jokowi. Hehe.

Eh tapi nih gaes, bukan Ngabalin namanya kalau nggak mengeluarkan pernyataan kocak. Doi bilang kalau malu-malu mending nggak usah. Dari awal dia nggak suka sama komentar Amien Rais yang kayak comberan.

What the…? Maksudnya kayak comberan tuh apa ya gaes? Maksudnya mulut Amien Rais bau comberan? Etdah, ditolongin atuh, kasih sikat gigi, atau disuruh scalling biar mulutnya bebas dari plak gitu. Wkwkwkw… Eh tapi bukan itu ya maksudnya?

Ternyata maksud Ngabalin soal omongan kayak comberan adalah, tentang kata-kata Amien Rais yang selalu memaki orang, menyebut pemerintah dan Jokowi tidak baik. Padahal nih ya, sampai sekarang PAN masih masuk dalam kabinet Jokowi. Ada kader PAN yang menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Tapi akhir-akhir ini PAN menjauh karena elite politiknya bersinggungan paham dengan Jokowi. Begimana ya, ada di dalam kabinet tapi laganya kayak jadi oposisi. Hihi.

Anyway, Ngabalin juga menyinggung ucapan Amien Rais yang mengajak masyarakat untuk Perang Badar melawan Jokowi. Lah, Perang Badar itu kan perang antara umat Islam dan kaum kafir. Berarti yang dukung Jokowi kafir dong? Terus yang bikin tambah ngakak, doi juga membahas pernyataan Neno Warisman untuk Perang Uhud melawan Jokowi. Ya ampun, ini kan cuma pemilu kali, pesta demokrasi, kenapa pula bawa-bawa perang? Hadeehh ada-ada aja. Terguncang awak mendengarnya. Wkwkwkwk.

Udah ya gaes, nggak usah main perang-perangan. Tugas kita tuh cuma memilih pemimpin. Tapi inget, kalau kata Barack Obama, demokrasi bukan hanya kotak suara semata. Kita harus bisa berdiri di pihak mereka yang mencari kehidupan lebih baik.Peace, love and gaul! (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here