Negara Lakukan Pelanggaran HAM Berat?

    Negara Lakukan Pelangaran HAM Berat?
    Foto : Istimewa
    2 minute read

    “Jangan biarkan pikiran jahat kalian mempengaruhi jiwa yang suci ini ya!”


    PinterPolitik.com

    Gengs, media massa baru saja dihebohkan terkait kabar hilangnya dua orang mahasiswa dalam aksi protes mahasiswa dan aktivis asal Papua. Menariknya, yang hilang itu adalah mahasiswa non-Papua.

    Diduga hilangnya kedua mahasiswa ini saat ratusan mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. Keduanya diketahui bernama Fachri Syahrazad dan Arifin. Weleh-weleh.

    Ini gimana ya gengs, sebenarnya apa sih yang mau ditunjukkan oleh pemimpin negeri ini? Mau membangun Papua atau mau menjadikannya sebagai ruang politik praktis? Masa sih mahasiswa berserikat meneriakkan aspirasi malah dikira separatis?

    Gimana gengs kalau menurut kalian? Apalagi kan sudah mendekati tahun politik. Kok  masih ada aja yang seperti ini ya! Kalau kecurigaan kalian khususnya para cebong pasti ini sebuah sabotase dari tim kamvret deh. Kalau menurut eyke sih kayaknya kamvret nggak segitunya deh. Masa iya sih kamvert sampai secanggih itu? Wkwkwk, bercanda ya.

    Intinya mah gengs, kalau menurut Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Azizul Amri, berdasarkan keterangan saksi pihaknya, saat kejadian itu Fachri diduga diseret oleh seorang pria yang diduga sebagai aparat berpakaian preman. Saat itu Fachri hendak pulang dan sudah menaiki sepeda motornya.

    Saksi dari pihak FMN yang pada saat itu juga sedang berada di Asrama Papua membenarkan bahwa dirinya menyaksikan Fachri ditarik oleh orang berpakaian preman yang diduga adalah aparat kepolisian. Duh aduh, ngeri cuy!

    Masa sih Jokowi harus blunder gengs. Kan kemarin doi bilang ke masyarakat seperti ini:

    “Pilihlah pemimpin yang bisa memberikan contoh, hasil kinerja dan pernah memimpin dengan baik! Pilihlah yang berpengalaman dan punya rekam jejak baik”. Click To TweetCkckck.

    Eyke bisa ngomong gini  berdasarkan fakta ya gengs. Soalnya kalau kata Ketum FMN, dirinya sangat menduga penangkapan ini dilakukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, polisi tidak menunjukkan surat tugas.

    Meskipun kabarnya seperti ini, kita jangan mudah percaya, apalagi harus tersulut api amarah yang akhirnya mengatakan pemerintah tidak baik dan melakukan tindakan yang sewenang-wenang ya.

    Pasalnya dalam pengerebekan itu juga tertangkap satu orang WNA asal Australia yang patut kita curigai juga nih! Bisa jadi kan kejadian ini semua settingan dari oknum internasional! Ya, walaupun tidak menutup kemungkinan juga kalau kejadian ini sudah settingan-nya… Ahahaha, enggak berani nuduh ah, ngeri ilang kaya dua mahasiswa itu gengs! (G35)