Natalius Pigai “Menantang” Banteng

Natalius Pigai
Foto : Istimwa
3 minute read

“Hasto ternyata Anda dan partai Anda tidak bedanya dengan kaum kecebong, produsen hoax, jika diukur dari pernyatan terkait Pilkada ini, khususnya di Provinsi  Papua.” ~ Natalius Pigai, Mantan komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia 


PinterPolitik.com

Sejak tanggal 27 Juni lalu, sesaat setelah Pilkada serentak di Provinsi Papua dan juga nasional dihebohkan dengan berita di surat kabar nasional. Bagi kami merasa sangat jijik dan jorok.

Weleh-weleh, siapa yang ngomong gitu sih? Kok gitu kata-katanya? Hehehe.

Oh, ternyata itu pernyataan dari Natalius Pigai menanggapi klaim Sekjen PDIP Hasto Kristianto toh, yang katanya Provinsi Papua dimenangkan oleh PDIP.

Pernyataan itu ternyata sangat membuat marah Natalius. Hal itu dinilai Pigai sebagai sebuah kebohongan besar yang dapat memancing kemarahan warga Papua.

Walapun demikian Natalius tidak merasa kaget karena cara-cara Hasto. Cara itu disebutnya murahan dan sering digunakan oleh komunitas intelijen, untuk membangun framing seakan-akan PDIP menang di Papua. Sehingga framing kemenangan ini memuluskan justifikasi untuk manipulasi atau merampok suara.

Lha iya, apa iya gengs? Aduh Pak Natalius, yang sabar ya.

Bagi Natalius, pernyatan Hasto telah memancing reaksi publik, khususnya di Papua, bahkan bisa menimbulkan konflik berdarah.

Menurut Pigai, masyarakat Papua sangat paham bahwa Jhon Wempi Wetipo yang menjadi calon dari PDIP berstatus sama dengan TB Hasanudian di Jawa Barat dan bukan kader utama pewaris kepemiminan di provinsi Papua, baik hari ini maupun di masa mendatang.

Walahh-wahlah, segawat itu ya pernyataan Hasto, sampai-sampai bisa perang saudara? Hmm, meski ada yang diperbaiki nih sepertinya, menurut kalian apa yang harus diperbaiki?

Sampai tanggal 29 Juni 2018, Pukul 10 WIT, dari total DPT Provinsi Papua sebanyak 3.411.217, suara yang masuk ke meja tabulasi adalah sebanyak 1.304.590 atau 38,24 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Lukas Enembe dan Klemens Tinal meraih 824.485 (24,17 persen), sementara pasangan John Wetipo dan Habel Suwae dari PDIP hanya memperoleh  461.838 (13,54 persen).

Baca juga :
“Misi Rahasia” Megawati di Tiongkok

Waduh artinya PDIP tidak mendapat suara banyak dong ya di Papua? Pantas posisinya kedua terendah setelah Partai Gerindra hehehe.

Eits ada ungkapan yang bahaya nih dari Natalius, katanya bagi bangsa Papua Melanesia, PDIP adalah musuh. Menurutnya, warga Papua sudah bulat akan terus-menerus tenggelamkan PDIP di bumi Papua meskipun suara mereka tidak signifikan secara nasional.

Menurut Natalius, PDIP adalah musuh bangsa Papua Melanesia.

Waduh, sosok Bung Karno dengan pemikiranya yang disebut-sebut sebagai putra sang fajar yang sekarang terwakili oleh PDIP malah ingin ditengelamkan bosque.

Hmm semoga saja yang ditengelamin hanya partainya saja ya, jangan sampai Indonesianya yang ikut tengelam dihatinya para masyarakat Papua. Buat kakak Natalius Pigai, semoga lebih sabar ya kak. Hehe.

Ayo buat semua, masih percaya kan kebhinekaan adalah warisan termewah yang kita miliki? Ini satu lagi ungkapan Bung Karno yang harus menjadi inspirasi: “Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.” (G11)

Facebook Comments