Mungkinkah Gerindra Ganti Ketua Umum?

Mungkinkah Gerindra Ganti Ketua Umum?
Prabowo Subianto (Foto: Rakyat Media Pers)
3 minute read

“Bukan seberapa besar kita memberi, tapi seberapa banyak cinta yang kita berikan”. – Mother Teresa


PinterPolitik.com

Udah dimasakin nasi goreng, diundang ke acara Kongres PDIP dan dikasih kursi spesial, tapi apa coba balasan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto atas semua perlakukan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri? Masa cuma diundang ke acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) aja sih?

Ibaratnya, Kongres itu selevel batu berlian, kalau Rakernas mah cuma selevel gundu doang. Upss.

Iya lah. Kongres aja yang mewah, meriah, dan dinanti-nantikan karena juga menyangkut pemilihan ketum partai. Sedangkan Rakernas kan cuma rapat internal rutin partai di awal atau pertengahan tahun aja.

Tapi, emangnya Partai Gerindra itu punya acara macam Kongres PDIP gitu nggak yak? Bukannya Gerindra itu mirip kayak PDIP yang ketumnya cuma itu-itu doang yak?


Eitss. Siapa yang bilang kalau PDIP itu sama kayak Partai Gerindra.

Kalau PDIP itu tuh masih demokrasi, soalnya Kongres rutin berjalan 5 tahun sekali, walaupun Megawati selalu menang secara aklamasi dalam setiap Kongres. Sementara, Partai Gerindra aing juga nggak tahu deh menganut sistem apa.

Pada tahun 2014 lalu, Gerindra sempat dikritik oleh ekonom Faisal Basri yang meragukan komitmen demokrasi partai itu. Pasalnya, saat itu Gerindra belum pernah melakukan Kongres, dan baru sekali melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB).

Kongres pertama Gerindra aja dibikin gara-gara mantan Ketum Gerindra Suhardi meninggal dunia di tahun 2014. Itu pun bukan Kongres loh, tapi KLB. Ya bisa dibilang, setingkat di bawah level-nya Kongres lah.

Padahal kalau melihat di AD/ART-nya Partai Gerindra, seharusnya Kongres pemilihan ketum partai tuh dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tapi, almarhum Suhardi aja menjabat di Partai Gerindra selama 6 tahun hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Gerindra sih pernah membantah dan menyebutkan bahwa Kongres partai tersebut selalu dilakukan secara tertutup. Tapi masa acara yang tertutup itu mau ngundang Megawati?

Nah, terus tahun ini juga belum kedengeran adanya wacana tentang Kongres Partai Gerindra tuh. Jangan-jangan Kongres Partai Gerindra yang selanjutnya, baru akan diadakan setelah maut memisahkan Prabowo dari Gerindra lagi? Upss.

Eh, tapi jangan suudzon dulu ah. Kali aja Gerindra masih sibuk tek-tokan soal rekonsiliasi alias “kumbo”. Jadinya nggak sempet untuk merencanakan untuk bikin Kongres deh.

Makanya deh, Megawati cuma diundang ke acara se-level Rakernas aja. Daripada nggak diundang sama sekali kan.

Yaudah deh. Kita tunggu aja apakah Prabowo masih akan undang Megawati kalau ada Kongres di tahun 2020 nanti. Hehehe. (R50)

► Ingin video menarik lainnya? Klik di: http://bit.ly/PinterPolitik