Misteri Jokowi dan Maskapai Asing

Misteri Jokowi dan Maskapai Asing
Garuda dan Lion (Foto: WowKeren.com)
3 minute read

“Ketika semua terlihat berlawanan denganmu, ingatlah bahwa pesawat terbang selalu terbang melawan angin, bukan mengikuti arus angin.” – Henry Ford


Pinterpolitik.com

Wacana Presiden Joko Widodo mengundang maskapai asing untuk melayani rute penerbangan domestik telah terucap pada satu pekan lalu. Akan tetapi, gaung dari wacana tersebut masih terus diperbincangkan hingga sekarang. Bahkan, media asing tidak mau ketinggalan untuk memberitakan perihal rencana ini. Keputusan ini didukung oleh asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Aprindo.

Wah, asing lagi nih Pakde. Apa enggak takut tuh disindir sama lawan politiknya karena dianggap pro asing?

Eits, undangan ini bukan tanpa perhitungan. Kehadiran maskapai asing dipercaya dapat menurunkan harga tiket pesawat yang selama ini dianggap mahal. Hal ini diamini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang menilai harga tiket pesawat mahal karena praktik duopoli maskapai penerbangan, yakni Lion dan Garuda.

Bayangkan saja, tiket pesawat yang dahulu berada di kisaran Rp300.000-Rp500.000 kini menjadi sekitar satu juta. Bahkan, pada hari libur Idul Fitri lalu ada yang mencapai belasan juta untuk rute penerbangan luar Jawa. Padahal kan dengan uang segitu daripada naik pesawat, mending naik odong-odong selama satu pekan nonstop, full musik lagi, hehe.

Jokowi enggak takut nih dikira pro asing dengan mengundang maskapai luar negeri untuk melayani rute domestik? Hehe Click To Tweet

Rencana ini dianggap efektif setelah pemerintah dianggap gagal mengontrol harga tiket melalui kebijakan menurunkan tarif batas atas (TBA) angkutan udara sebesar 12-16 persen. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendukung upaya ini karena melalui persaingan usaha yang ketat maka harga yang ditawarkan pun semakin murah.

“Pokoknya semakin banyak [maskapai] semakin bagus,” begitu kata Ketua KPPU Kurnia Toha.

Baca juga :
Mencari Peran Pemerintah Atasi Polusi

Namun, jangan pernah lupakan kasus Merpati ya Bapak-bapak. Jangan sampai perusahaan penerbangan lokal justru mati karena persaingan usaha ini. Padahal kan Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, eh itu kata Mira W. loh ya.

Kekhawatiran itu diungkapkan oleh Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul. Doi berpendapat dengan masuknya maskapai asing justru bisa membunuh maskapai-maskapai nasional.

Menanggapi itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa maskapai lokal tetap menjadi prioritas. Pernyataan tersebut bisa memberi sedikit nafas lega. Tapi seperti seleksi alam, yang terkuat akan menang.

Terlepas dari semua masalah itu, semoga jika ada maskapai asing yang masuk bisa betah di Indonesia. Seperti diketahui, perilaku penumpang Indonesia kan memang luar biasa unik, hihi. Semisal kelakuan gaya-gayaan Kapten Vincent, ibu-ibu nyerobot masuk ke ruang pilot untuk selfie, dan lain-lain. Maklum, kelamaan nonton Garuda di Indosiar daripada naik pesawat. Garuda-nya yang dinaikin Angling Dharma lagi. Yang suka mangkal di pangkalan ojek burung. Hehehe. (R47)