Misteri Bambang Widjojanto dan MK

Misteri Bambang Widjojanto dan MK
Bambang Widjojanto (foto: merdeka.com)
3 minute read

Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa mebedakan latar belakang di muka undang-undang”. – Abdurrahman Wahid (Gus Dur)


Pinterpolitik.com

Kelihatannya memang persengketaan Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjadi babak baru dari kompetisi sebelumnya ya gengs. Soalnya, Bambang Widjojanto (BW) sebagai Ketua Tim Hukum pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno membuat ungkapan kontroversial yang membuat banyak pakar kepanasan cuy. Para pihak ini menganggap bahwa tidak seharusnya BW melakukan hal tersebut.

Pasalnya nih, belum juga mulai persidangan alias baru proses pendaftaran gugatan sengketa hasil Pilpres, eh BW sudah mengeluarkan kalimat yang jadi sumber pembicaraan. Hadeh.

Ceritanya begini cuy, Bambang mengungkapkan, “gugatan sengketa yang diajukan ini merupakan ujian tersendiri bagi MK, apakah pantas disebut sebagai mahkamah yang menorehkan legacy dan membangun peradaban kedaulatan di masa yang akan datang atau ternyata malah menjadi kaki tangan dari sikap rezim yang korup”. Kira-kira yang diungkapkan BW seperti itu gengs.

Bukannya Bambang Widjojanto ini sering memenangkan sengketa di MK ya, kok mengeluarkan pernyataan seperti ini sih? Apa doi juga sudah tau hasilnya gimana? Click To Tweet

Nah, karena ungkapan BW yang kontroversial ini nih, tidak sedikit pihak yang angkat bicara cuy. Seperti Bayu Dwi Anggono sebagai Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Purkapsi). Dia menilai bahwa ungkapan BW ini telah sengaja mengancam MK dengan tujuan agar gugatan tersebut tidak ditolak. Doi menilai bahwa tidak seharusnya nih seorang pengacara melontarkan kalimat seperti itu.


Tidak hanya Bayu ya gengs, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi yaitu Maruar Siahaan juga menilai bahwa ungkapan BW ini berbahaya dan tendensius banget. Doi menilai bahwa BW saat ini sedang ingin membangun framing pada opini publik apabila MK nantinya menolak gugatan kubu Prabowo-Sandiaga, maka mereka sebenarnya bagian dari Pemilu yang curang. Terlebih narasi politik seperti ini emang selalu digemakan oleh kubu Prabowo-Sandiaga sebelum pencoblosan 17 April.

Ngomong-ngomong nih, meski dua pakar ini sama-sama menyudutkan BW, tapi mereka mempunyai makna yang berbeda ya. Yang satu menilai mengancam, eh yang satu lagi menilai bahwa itu sebuah framing untuk mempengaruhi opini publik. Waduh, mana nih yang bener?

Kelihatannya emang cuma Pak Bambang ya, yang tau maksut dari ungkapannya itu. Biar lebih jelas sih mungkin bisa ditanyakan langsung ke doi. Biar nggak ada salah paham di antara kita, apa lagi paham yang salah. Hehehe.

Tapi yang aneh nih gengs, bukannya Bambang Widjojanto ini sering memenangkan sengketa di MK ya, kok mengeluarkan pernyataan seperti ini sih? Apa sebenarnya doi juga udah tau hasilnya nanti gimana? Wah, Bambang ini emang penuh misteri ya. Hehehe. (F46)