Merpati Ma’ruf Amin Lelah?

Foto : Istimewa
2 minute read

“Sejuta merpati tak akan pernah terbang bila tidak mau belajar tebang, berjuta bintang tidak pernah bersinar jika setiap saat selalu siang.” ~Jerinx


PinterPolitik.com

Acara deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 telah usai. Tapi kayaknya masih pada gagal move on nih? Kenapa? Seru banget ya? Ada yang pakai kostum Gatotkaca, ada juga yang bawa suporter ugal-ugalan, Sungguh meriah ya…

Walau banyak drama-drama menakjubkan, semoga saja acara deklarasi kemarin bisa membangkitkan komitmen agar senantiasa menjaga perdamaian dan ketentraman bangsa. Asik, sekali-sekali bijak nggak apa-apa ya?

Ngomong-ngomong, di akhir acara kemarin sempat ada acara pelepasan burung merpati. Uwuwuw, jadi berasa lagi kondangan ya?

Ehh, tapi kalau di acara nikahan kan maksud pelepasan merpati itu disimbolkan sebagai kepergian kedua mempelai dari keluarganya masing-masing untuk memulai hidup baru bersama. Terus kalau yang dilakukan para peserta pemilu kemarin?

Hmm, konon pelepasan merpati yang dilakukan para peserta pemilu kemarin itu sebagai simbol untuk menjalankan kampanye damai tanpa hoaks dan SARA.

Burung merpati yang diterbangkan Ma'ruf Amin nyungsep. Pertanda apakah ini? Click To Tweet

Rasanya pasti ikut senang ya, melihat burung-burung merpati yang tadinya terbelenggu di dalam sangkar, bisa kembali bebas di langit luas. Ehh, tapi ada apa gitu dengan burungnya Ma’ruf Amin? Eh, maksudnya burung yang diterbangkan Ma’ruf. Kok dikomentari macam-macam?

Jadi gaes, burung merpati yang dilepas calon wakil presiden pasangan Joko Widodo tersebut kedapatan sempat nggak mau terbang.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean bahkan turut mengunggah video momen ketika burung merpati Ma’ruf amin tak mau terbang di acara deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 tersebut. Tentunya dengan komentar mahadahsyat.

Dia memberi caption pada postingan tersebut dengan kalimat, “Aduh… burungnya pak Yai ga mau terbang. Nyungsep..!!”

Nggak sampai di situ, beliau pun mengartikan kalau burung yang diterbangkan Ma’ruf sudah tua, sehingga lelah dan tak mampu terbang lagi. Ferdinand juga mengaitkan kagetnya burung Ma’ruf karena mengetahui bahwa ada provokasi yang terjadi terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga kata dia burung pun enggan terbang mengetahui banyak terjadi pelanggaran di lapangan.

Hadeh…hadeh… soal burung gagal terbang aja jadi dagangan politik. Tapi KH Ma’ruf sudah mengklarifikasi kok, ternyata burung merpatinya tetap terbang, walau sebelumnya sempat sedikit kaget dan terjatuh.

Wahh, nggak apa-apa ya. Semoga ini bukan firasat buruk. Burung boleh nyungsep, yang penting perolehan suara terus melesat. Mantap! (E36)